Setiap bulan saya selalu membuat jadwal pergi keluar bersama suami dan Nafeesa. Selain mencari suasana baru, hangout juga menjadi sarana untuk membuang kejenuhan setelah bekerja dan bermacet-macetan setiap hari di Jakarta.

Hangout yang saya maksud bukan berarti harus pegi ke tempat mewah ya Moms. Bisa saja kami pergi berlibur ke tempat wisata gratis di Jakarta, makan diluar, belanja bulanan, atau mengunjungi saudara di luar kota. Bisa juga hangout ini saya gabungkan dengan menghadiri event seminar atau gathering tentang family and parenting.



Tidak jarang serunya hangout weekend ternyata jadi buyar dan berantakan karena si kecil yang bad mood, kalo rewel sih masih bisa lah ya kita “jep-jep”, tapi gimana kalo anak udah teriak-teriak di tempat umum? Selain mengganggu suasana, juga merasa tidak enak hati dengan pengunjung lain yang kebisingan akibat si kecil menangis sambil teriak-teriak. Digendong gak mau, dibiarkan tambah kenceng. Saya pernah mengalami hal tersebut dan lumayan bikin kesel hati ya Moms, setelah sharing dari beberapa narasumber ternyata hal tersebut butuh latihan untuk meredakan perilaku anak yang suka teriak di tempat umum. Berikut saya share apa saja yang harus dilakukan:



1. Moms, ternyata kita perlu mengajarkan anak tentang indoor dan outdoor voice. Hal ini dilakukan supaya si kecil dapat menyesuaikan suaranya ditempat yang berbeda. Misalnya di tempat yang sepi seperti di rumah, tempat ibadah, dan pada acara-acara tertentu, ia perlu memelankan suaranya saat berbicara. Dan di tempat umum yang ramai pengunjung atau acara festival musik yang gaduh, ia perlu mengeraskan suaranya saat berbicara atau memanggil seseorang.



2. Sebelum mengajaknya pergi atau hangout, pastikan anak sudah cukup makan dan tidur. Hal tersebut dapat mengurangi ia menjadi bad mood.

3. Beri perhatian si kecil seperti memberikannya mainan, mengajaknya mengobrol atau bermain bersama untuk mengalihkan perhatiannya agar tidak mudah bosan. Terkadang teriakan anak adalah ungkapan saat ia ingin diperhatikan keinginannya. Apakah ia mengingkan sesuatu atau ingin memberitahukan hal lain, atau bahkan ia merasa tidak nyaman.