"Jangan dilarang kan kasihan masih kecil" 

"Gak apa apa kok dia kan dia belum ngerti" 

Itu yang biasanya saya dengar dari orang tua jaman baheula atau orang sekitar yang mungkin punya cara didik berbeda, ketika saya mulai menerapkan disiplin sama Nimo. Saya sama suami selalu diskusi untuk menerapkan kedisiplinan sama Nimo dari hal sehari - hari. Apa tujuannya? agar dia bisa bersikap di tengah lingkungannya nanti.

Disiplin disini bukan hal yang harus marah atau dengan cara keras tapi lebih kepada mengajarkan pada anak tentang yang boleh dilakukan dan yang tidak, yang baik dan yang buruk. Ada beberapa hal yang memang saya bolehkan tapi ada beberapa hal yang harus ada batasannya. kenapa perlu batasan? karena anak belum bisa mengontrol dirinya sendiri, tugas orang tua memberi batasan dengan cara yang baik supaya anak merasa aman dan nyaman. Sekarang usia sudah Nimo 2,5 tahun. Saya fikir sudah paham karena terbukti mereka bisa mencontoh banyak hal dari lingkungan dan bisa belajar dari sekitar.



Hanya saja dari lingkungan sekitar (saya lebih suka bilangnya "supporter") yang kadang suka gak tega, ngerasa orang tua-nya kok kejam dan lain sebagainya pas kita menerapkan disiplin. Padahal tujuannya demi anak lebih baik di kehidupannya mendatang. Rata - rata yang bilang alasannya kasihan karena masih kecil. Sedari kecil mereka belajar apa yang baik dan buruk, apa yang boleh dan tidak, kita bentuk mereka supaya kelak mereka  memahami dari pengalaman - pengalaman ini dengan segala konsekuensinya. Selama saya menerapkan disiplin sama Nimo tentu ada cara dan batasan - batasan yang sudah saya diskusikan sama suami dan juga sharing dengan kerabat, karena tujuannya agar anak belajar, memahami tanpa tersakiti, dengan beberapa tips berikut ini :

1. Jangan pernah bosan untuk mengajarkan dan mengingatkan. Anak pastinya gak bisa langsung paham atau berubah, kadang juga perlu contoh dari kita supaya mereka mengikuti apa yang kita lakukan. Kalau udah dikasih tau, dicontohkan tapi anak belum ada perubahan itu wajar yaa pemirsaahhh. Orang tua yang ga boleh ada bosannya untuk ingetin dan kasih tau. kita harus ingat kalau gak ada yang instan selain ind*mie ya moms hehehe



2.  Ajak anak bicara. Saya yakin anak akan paham dengan penjelasan kita karena mereka juga manusia yang masih belajar. saya suka ajak ngobrol Nimo pas dia lagi adem dan sedikit - sedikit dijelaskan alasannya dan konsekuensinya. Banyak yang bilang waktu anak sebelum tidur itu waktu yang pas buat diajak bicara, selain quality time kita dan anak , Biasanya dia lebih menerima. Kalaupun gak ampuh coba dicari waktu - waktu yang pas buat bicara. 

3. Konsisten. (ini sih yang paling susah hahahaha) tapi konsisten tentu perlu banget, supaya anak melihat keseriusan dari hal yang kita terapkan. Anak itu kadang ada aja si ide-nya,kadang juga mencuri - curi kesempatan pas kita lengah. Sedari kecil saya dan suami selalu terapkan untuk makan di highchair atau minimal sambil duduk (kecuali di undangan). Dulu banyaakkk banget yang suka komen "anak kecil kan ga apa - apa sambil main, sambil digendong" oh tidaaakk bisaaaa, kita tetap berusaha konsisten, alhamdulillah sampai sekarang dia paham setiap mau makan dia duduk rapih. 


4. Tidak pakai pukul dan kekerasan/ hukuman Fisik. ini yang harus jadi prinsip dasar pas mengajarkan anak disiplin ya moms!. Untuk menerapkan disiplin penting untuk kasih tau mereka dengan cara yang baik. Mereka paham ketika kita bicara baik baik ataupun cukup dengan nada tegas (kalau sudah keterlaluan), tapi mereka pasti sedih dan gak terima ketika kita berkata kasar atau sampai memukul. Dengan cara pukul atau kata kasar, mereka gak mendapat esensi dari hal yang kita ajarkan malah mereka akan meniru cara kita kelak ke teman - temannya atau ke anaknya nanti.



5. Hal yang paling penting lainnya adalah, saya selalu mencoba jelaskan kepada para "supporter" tentang kedisiplinan yang diterapkan. Saya jelaskan kenapa saya menerapkan disipilin pada anak, terutama sama yang satu rumah. Walaupun pasti ada yang gak sependapat tapi ya sudah pendapat orang pasti berbeda, cara mendidik pun berbeda. Kenapa perlu penjelasan? untuk meminimalisir pembelaan dari sekitar. kalau dibela ketika anak melakukan hal yang baik atau masih bisa kita toleransi saya pun ga apa - apa. tapi kalau misal dibela ketika anak sedang melakukan hal yang tidak baik atau sampai mencelakakan orang, menurut pendapat saya itu salah karena dia pasti berfikir "oh ga apa - apa itu boleh" terjadilah inkonsistensi yang buat anak bingung.



6. Beri teguran dengan 3 tahap. Dari mulai lembut, diajak ngobrol / ditanya pelan - pelan, sampai dengan tegas. misal Nimo suka banget naik - naik meja, biasanya saya suka tegur  dengan cara :

"Nimo sini yuk turun, kita main yang lain (alihkan)"

kalau gak digubris saya sambung 

"Nimo turun yuk main yang lain, ini kan bukan untuk loncat - loncat, meja untuk nulis, bukan untuk dinaikin kan? ayo yuk sayang"

nah kalau dia makin - makin aksinya biasanya saya langsung tegasin dengan nada yang sudah berbeda, sedikit lebih tegas. 

"Nimo dengar ibu? meja bukan untuk loncat - loncat, kita main yang lain"

sambil saya gendong dan alihkan. Kadang dia ngerti kadang dia nangis, tapi kalau nangis ya sudah saya peluk sambil jelasin kenapa dia gak boleh begitu. 



7. kalau udah gak nurut banget - banget - banget - banget. secara anak saya laki ada aja ngeyelnya, biasanya saya suka bilang

"Mo, ibu udah pernah jelasin sama nimo, tapi kalau Nimo masih mau coba silahkan"


habis itu misal dia dapat pengalaman gak enak dari tindakannya, langsung peluk dan bilang

"ibu udah pernah jelasin sebelumnya, tapi nimo kan tetap penasaran, sekarang Nimo  udah paham ya?"

biasanya digituin dia jadi lebih paham karena dia alami sendiri dan semakin kesini dia ngerti, bahkan gak nangis lagi kalau dia dapet pengalaman buruk dari sesuatu yang dia lakuin tapi dia tau itu sudah saya jelasin sebelumnya, semacam paham konsekuensi dari tindakannya lah dia sekarang. Bukan saya membiarkan tapi sama lah kaya kita dia juga harus belajar dari pengalaman hidup (cieee gitu ) hehehehe 
 
8. Jangan pernah bilang "Anak Nakal" walaupun anak susah untuk disiplin, susah diterapin jangan pernah keluar kata kata cap anak nakal. Karena Omongan orang tua adalah doa, jadi tetaplah untuk bilang hal - hal yang positif pada anak. 


Begitu buibu tips - tips.nya. jadi kalau ada beberapa yang mungkin masih ragu buat menerapkan disiplin ke anak, atau selalu di komen sama supporter, tenang aja ya buibu yakinlah ketika itu hal baik untuk anak kita. Walaupun saya terapin kedisipilinan sedari dini, jujur saya juga bukan orang tua yang saklek - saklek banget apalagi galak sama anak, tapi ada beberapa hal yang memang harus sedikit - demi sedikit kita tanamkan sama anak, ini pun buat mereka nanti. semoga kita sebagai orang tua selalu diberi kesabaran buat didik anak – anak dan selalu Ajarkan anak disiplin dengan cinta dan kasih sayang, Semoga bermanfaat :)