Hai moms, lagi-lagi saya mau share tentang arkan ya… semoga gak bosen ya moms…
Sebetulnya saya mau lanjutin postingan sebelumnya, tapi karena hari ini ada adegan mengharukan, gak apa ya curhat lagi :D . . . Ini saya posting sekarang biar inget juga kalau drama itu berlangsung dipenghujung tahun 2017 ini. . .


 
Saya pernah bertanya pada dokter dan terapis yang menangani arkan, "jika suatu hari arkan tantrum, apa yang harus saya lakukan?",,, beliau benjawab "mah, jika tantrum ringan cukup beri pelukan tapi jika tantrum berat atau temper tantrum, ikat tangan dan kakinya serta matanya ditutup kain gelap,,bila perlu biarkan dia diruang gelap sampai ia berhenti tantrum". . . tentu sebagai emak, saya tidak akan pernah tega melakukannya,,,,arkan itu manusia bukan benda atau binatang yang harus diperlakukan seperti itu, batinku waktu itu....

 
Karena saya tidak sepaham dengan terapisnya, saya pun berselancar diduniah mbah gugel,,, sampai saya menemukan tulisan dari seorang dokter, tulisan yang intinya sama dengan batinku bahwa anak autis tidak boleh diperlakukan seperti itu....
solusinya DIET, atur semua makanan yang memungkinkan menjadi penyebab masalah pada prilakunya... Benar, 3 bulan saya stop gluten casein dan glukosa, perilaku arkan terlihat membaik,,, bulan selanjutnya saya mendapatkan pencerahan lagi untuk melakukan diet full, yaitu dengan memberikan makanan yang rendah phenol, oxalate, dan beberapa jenis makanan yang menjadi pantangannya serta melakukan rotasi dan eliminasi. 1 bulan berjalan, progress sudah nampak,, tidak hanya dirasakan saya melainkan orang lain disekitarnya.... yeay dietnya berhasil . . .
 
Namun hari ini saya harus realistis, tidak selamanya apa yang saya batini bisa saya lakukan.
Hari ini arkan temper tantrum, setelah 4 bulan menjadi anak yang sangat sholeh (gak pernah tantrum berat gitu loh maksudnya). .
masalahnya sepele, ketika ia minta minum malah si emak dahuluin buang hajat. pas dikasih minum, langsung dah botolnya dibuang dan terjadilah drama itu.....
mulai dari menangis histeris, rambut emak dijambak, muka dan badan emak dicakar, berusaha menggigit juga, tendangan-tendangan juga melambung menuju emak,,, tidak puas melampiaskan kekesalan kepada emak, mukanya sendiri mau dicakar hingga beberapa kali berusaha membenturkan kepalanya kelantai maupun tembok...
saya pun berusaha memeluk dan menenangkannya, namun percuma dia memberontak bahkan tenaganya melebihi tenaga saya, adegan ini pun berlangsung sekitar 1 jam. sampai akhirnya saya harus ngikutin saran buk dokter dan buk terapis... saya pun menutup matanya, mengikat tangan dan kakinya, , dia terus menangis dan semakin histeris namun hanya berlangsung sekitar 15 menit,, sampai dia mengeluarkan suara "toyong....toyong..(tolong)". . . setelah dilepas, ia langsung memeluk saya.... "mama sayang arkan, ayah sayang arkan, semua orang sayang arkan", begitu terus diulang-ulang sambil kepalanya dielus-elus, tidak ada 5 menit ia tertidur lelap dipelukan emak…. Adegan ini bikin saya mewek, sebetulnya setiap tantrum yang melukai dirinya sendiri atau orang lain selalu bikin saya mewek sih,,, tapi kali ini beda banget dan emak ngerasa bersalah banget…

Beberpa hari arkan memang sangat sensitive, tidak bisa salah sedikit. Kepatuhannya pun berkurang, apalagi fokusnya. Terasa mengalami penurunan kemampuan.
ini pasti gegara diet nya tidak teratur, meskipun tidak memakan makanan pantangannya namun diet yang tidak berotasi juga menimbulkan masalah.  Dan tentu karena pengaruh obat-obatan ketika sakit kemarin, bahwa anak autis ternyata intolerance terhadap beberapa obat-obatan seperti paracetol, pseudoefedrin, asetosal dan salsilat.

maafkeun emak ya sayang...