Hai Mommies,

Ehemm.. jadi ceritanya nih yaa kalo lagi random talk sama suami, suka bahas2 kapan Dira mau dikasih adik hahaa.. yaa aku pribadi siap-siap aja sih secara Dira juga kan sudah 3 tahun, suka kasihan juga kalo lihat dia lagi main sendirian.

Etapiii..pas nanya si anak, mau punya adik gak?, dia bilang nggak!!. Mana ketus bangeett hahaa piye ikii..

Namanya juga anak kecil, sebentar anteng sebentar bertingkah, tadinya ga sabar pengen punya adik sebentar berubah menolak. Sikap penolakan kakak yang tak mau memiliki adik ini merupakan wujud protesnya karena tak mau kasih sayang ayah ibunya akan terbagi untuk adiknya. Selain itu, ia pun akan beranggapan bahwa ayah ibunya nanti akan lebih sayang kepada adik bayinya, bukan dirinya. Sehingga sebelum adiknya lahir, kakak sudah sering menunjukkan sikap yang terkadang membuat orangtuanya jengkel, seperti manja, cari perhatian, dan nakal. Bahkan, saat melihat perut ibunya kian membesar di hari-hari menjelang persalinan, kakak semakin manja dan justru kian merepotkan.

Tentu ibu tak ingin kakak bersikap seperti itu terus-terusan. Belum lagi nanti saat adik bayi lahir, si kakak cemburu dengan perhatian ibu ke adiknya. Bisa-bisa kakak tak membolehkan ibu menggendong adik bayi dan menyusuinya. Hal ini kadang bikin ibu bingung dan kerepotan. Karena banyak yang harus diurus, yakni bayi kecil dan juga sikap kakak yang susah diajak kompromi. Oleh karena itu, saat kehamilan ibu belum membesar sebaiknya kakak mulai dikenalkan, bahwa sebentar lagi ia akan memiliki adik.

Nah Moms, cara berikut ini mungkin bisa membantu ibu untuk memberitahu kakak bahwa sebentar lagi ibunya akan melahirkan bayi kecil/adiknya.

1. Melibatkan kakak dalam kehamilan Anda
Saat perut ibu sudah terlihat lebih membesar, bilang kepada kakak, “Dek, sekarang ada dedek kecil di perut ibu, nih lihat!” Lalu ibu menyuruh kakak untuk mengelus-elusnya. Katakan lagi, dulu kakak juga ada di perut ibu 9 bulan 10 hari. Selain itu, ibu bisa juga mengajak kakak untuk memeriksakan kandungan ke dokter setiap bulannya.

2. Ajak kakak membeli baju-baju bayi dan perlengkapannya
Saat berbelanja pakaian bayi dan perlengkapannya ibu bisa mengajak kakak. Hal ini tentu akan membuatnya ikut merasakan betapa pentingnya adik kecil di perut ibu. Ia pun akan belajar menyayangi adiknya meski masih di dalam perut ibunya. Ibu bisa meminta pendapatnya untuk memilih baju adik bayi, misalnya, “Dek, nanti kalau adik bayi udah lahir pakai baju kuning ini pasti cantik ya?”

3. Mengajak kakak mengunjungi keluarga yang baru saja mendapatkan kebahagian yaitu kelahiran bayi.
Mengajak kakak mengunjungi keluarga yang baru saja memiliki bayi baru akan membuatnya mengetahui bayi yang baru saja terlahir, kelucuannya, tangisnya, tangan-tangan mungilnya, dan sebagainya. Hal ini akan membuatnya membayangkan adik bayinya yang masih di dalam kandungan ibunya nanti lahir. Bisa jadi kakak semakin tak sabar untuk segera melihat adiknya terlahir dan mengajaknya bermain. Tak menutup kemungkinan, ia menjadi kakak yang sayang pada adiknya kelak.
4. Menjelaskan kapada kakak bahwa setelah adik bayi lahir, ibu harus selalu menjaga adik bayi dan menyusuinya.
Saat sedang santai, ibu bisa menjelaskan kepada kakak bahwa nanti saat adik bayi lahir, ibu harus terus berada di dekat adik bayi dan menyusuinya. Katakan pada kakak, “Nanti, bunda harus selalu berada di dekat adik bayi ya, menggendong dan menyusui. Adik bayi kan masih kecil beda sama kakak yang udah besar.” Dengan begitu, kakak akan belajar menjadi anak yang lebih mandiri dan tidak akan manja lagi.
Memang dibutuhkan kesabaran untuk menjelaskan kepada kakak mengenai kehadiran adiknya nanti. Jika ia tidak dikenalkan semenjak awal kehamilan, bisa-bisa sikap kakak akan merepotkan ibu saat adik bayi terlahir nanti. Jangan sampai kakak rewel dan cemburu berhari-hari karena kehadiran adik barunya lalu membuat ayah dan ibu kesulitan mengatasinya.

Kurang lebih begitu Moms, selamat mencoba yaa, jangan lupa peluk si kakak...