Pernah gak sih kita jadi mama yang super baper karena si kecil mendadak berubah sikapnya? Perubahan perilaku anak bisa disebabkan oleh berbagai macam faktor, salah satu faktor penyebabnya yaitu anak mengalami depresi atau merasa tress dan frustrasi.

Pada situasi seperti ini, sebagai orangtua kita harus tanggap terhadap perubahan anak agar memberikan solusi yang tepat. Moms, berikut ini adalah tanda-tanda depresi pada anak yang mempengaruhi perilakunya:

1.TERLIHAT SEDIH DAN MUDAH MARAH
Jika si kecil biasanya ceria dan senang berceloteh namun tiba-tiba ia mendadak menjadi murung, terlihat sedih dan mudah marah selama berhari-hari, bisa jadi si kecil mengalami depresi atau stress.



2.MALAS MELAKUKAN AKTIFITAS
Perilaku si kecil yang mendadak berubah menjadi suka mengurung diri dan malas melakukan rutinitas kesehariannya juga perlu mendapat perhatian dari orangtua. Moms bisa mengajaknya mengobrol untuk mencari tahu penyebabnya, bisa karena ia kelelahan dengan tugas sekolahnya atau merasa sedang merasa bosan. Jangan sungkan untuk menawarkan bantuan pada si kecil agar ia merasa lebih tenang dan mendapatkan solusi.

3.TIDAK SEMANGAT UNTUK BERMAIN
Anak-anak cenderung sangat menyukai waktu bermain. Mereka selalu berantusias menyambut momen bermain bersama teman-temannya namun ketika anak merasa depresi ia menjadi tidak semangat dan menolak saat temannya mengajak bermain.



4.TERLALU SENSITIVE
Perilaku sensitive pada anak juga menjadi salah satu tanda bahwa ia tengah merasa stress atau depresi. Hal ini ditunjukan saat si kecil ditanya atau dinasehati oleh orangtua lantas ia merasa tidak nyaman, marah bahkan memberontak.

5.BERPERILAKU TIDAK RAMAH DAN KASAR SAAT BERMAIN
Moms, bisa juga memperhatikan perilaku si kecil saat bermain bersama teman-temannya, apakah ia dapat bermain dan bersosialisasi dengan baik atau justru berperilaku tidak ramah dan bertindak kasar saat bermain. Perilaku kasar pada si kecil harus mendapat penangan yangtepat, selain merugikan diri sendiri juga merugikan orang lain karena dapat menciderai anak lain.
 
Segera tangani sejak dini jika si kecil menunjukan perilaku diatas sebelum terlanjur dan berlangsung lama sehingga membutuhkan bantuan psikiater untuk mengobatinya.