Halohaaa bukibuk... Wah 2018 tinggal menghitung hari, bagaimana dengan resolusinya?. Semoga apapun resolusi kita akan tercapai dan berjalan lancar ya bukibuk aamiin ๐Ÿ™๐Ÿป

Btw ada yang generasi 90’an gak bukibuk?. Menurut ibun generasi 90’an itu generasi yang paling beruntung, kenapa?. Karena hanya generasi 90’an lah yang bisa merasakan bagaimana dunia berkembang sangat pesat tanpa kehilangan masa kanak-kanak yang berharga. Bermain bersama teman, lari sana lari sini, main petak umpet, kelereng, dan lain-lain. Berbeda dengan kids jaman now, tiap hari hanya dijejali dengan teknologi-teknologi yang nyaris membuat mereka lupa bersosialiasi. Sebetulnya teknologi punya banyak manfaat positif tergantung seberapa bijak penggunanya. Ya dengan teknologi semua menjadi serba mudah dan efisien, teknologi bisa mendekatkan jarak dan memudahkan komunikasi. Berkat teknologilah kita bisa tetap terhubung dengan orang-orang tercinta tanpa memandang seberapa jauh jarak yang memisahkan.

Ibun mau cerita soal pengalaman bagaimana teknologi bisa mendekatkan papa dan anaknya (cieleeehhh). Jadi suami ibun tiap hari bekerja dari pagi sampai malam, paling cepat sampai rumah biasanya jam 8 malam. Bagaimana dengan weekend?. Weekend kami hampir sama dengan hari biasa, tapi memang weekend suami punya pilihan mau menyelesaikan pekerjaan di siang hari setelah itu kami punya waktu bersama untuk sekedar jalan-jalan di mall atau jalan-jalan terlebih dahulu lalu pulang sore baru bekerja. Itu pilihannya. Jadi ibun dan Alta sudah terbiasa hanya berdua tapi ibun pengen Alta tetap dekat dengan papanya minimal papanya tahu kegiatan Alta.

Biasanya, kalau Alta sedang anteng ibun akan merekam beberapa video atau memotret Alta untuk dikirim ke suami (abis itu biasanya masukin ke instastory, maklum emak-emak alay ๐Ÿ™ˆ). Tapi terkadang hal ini sedikit merepotkan dan belum tentu langsung dibuka oleh suami. Jadi biar lebih simple, ibun biasanya video call. Jadi kami bisa face to face saling cerita sedang melakukan kegiatan apa, atau sekedar memperlihatkan kegiatan Alta (padahal paling Alta cuma tidur, gigit-gigit mainan ๐Ÿคฃ). Karena Alta masih terlalu kecil jadi dia belum begitu mengerti, terkadang papanya teriak-teriak di video call Alta tetap asik dengan jari-jarinya ๐Ÿคฃ. Etapi pernah beberapa kali, waktu itu suami agak sibuk jadi pergi subuh Alta masih tidur terus pulang malem banget Alta sudah tidur. Jadi gak sempat main bareng atau digendong papanya. Nah tiba-tiba pas lagi video call Alta bengong gitu ngeliatin papanya terus mukanya seolah-olah sedih, awalnya cuma sedih matanya berkaca-kaca terus lama-lama nangis juga ๐Ÿ˜ญ. Beberapa kali seperti itu. Sedih kalau liat Alta nangis gitu, kayaknya nangisnya sedih banget ๐Ÿ˜ญ.

Setelah kejadian tiap video call nangis, jadi tiap papanya pulang langsung tidur tapi nanti pas Alta bangun nen papanya ikutan bangun terus digendong meskipun cuma bentar โค๏ธ. Kita tiap hari video call-an, gak lama, cuma beberapa menit. Ibun sengaja biasain biar Alta tetap dekat dengan papanya meski pun papanya gak tiap jam bareng dia. Terus tiap papanya pulang kerja, harus gendong Alta dulu sebelum Alta tidur, tentunya papanya harus bersih-bersih dulu sebelum gendong.

Oh iya, Alta sebetulnya punya 8 kakak sepupu (banyak ya hehee). Tapi karena jarak yang tidak dekat, alhasil semenjak lahir sampai sekarang usia hampir 4 bulan Alta belum pernah ketemu kakak-kakaknya ๐Ÿ˜ญ. Tapi lagi-lagi berkat teknologi jadi meski pun belum bertemu namun mereka sudah saling video call.

Nah sekian cerita soal betapa bergunanya teknologi bagi Alta, papa, dan ibun hehee.

 

 

Salam sayang dari Alta & ibun โค๏ธ