Kesehatan pada anak dimulai dari sejak masa kandungan. Selama 9 bulan bayi mendapatkan asupan dari ibu. Asupan yang sehat dan bergizi selama masa kandungan bisa menciptakan anak sehat dan cerdas. Tentu hal ini juga untuk mencegah berbagai macam gangguan tumbuh kembang anak nantinya. Salah satunya adalah stunting.

Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu cukup lama akibat pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Stunting terjadi mulai janin masih dalam kandungan dan baru nampak saat anak berusia 2 tahun. Normalnya untuk usia 5 tahun tinggi badannya mencapai 110 cm.

Penyebab stunting di Indonesia sangat beragam atau bersifat multidimensional seperti berikut ini : 

1. Praktik pengasuhan yang tidak baik. Kurangnya pengetahuan tentang kesehatan dan gizi sebelum dan pada masa kehamilan.

2. Kurangnya akses ke bahan makanan bergizi. 1 dari 3 ibu hamil mengalami anemia atau bahan makana  mahal.

3. Terbatasnya layanan kesehatan termasuk layanan ANC, PNC dan pembelajaran dini berkualitas. 2 dari 3 ibu hamil belum mengkonsumsi suplemen zat besi yang memadai. 

4. Kurangnya akses ke air bersih dan sanitasi. 1 dari t rumah tangga masih BAB di ruang terbuka dan 1 dari 3 rumah  tangga belum memiliki akses air minum bersih. 

Stunting bisa berdampak pendek dan panjang. Dampak pendeknya membuat anak tidak cerdas dan dampak panjangnya bisa kehilangan IQ sebesar 10-15 poin atau sekitar 45%. 

Stunting bisa dicegah dengan melakukan beberapa upaya, yaitu : 

1. Pemenuhan kebutuhan zat gizi bagi ibu hamil, terutama dalam memenuhi suplementasi zat besi untuk mencegah anemia.

2. ASI Eksklusif sampai usia anak 6 bulan dan pemberian MPASI setelah 6 bulan yang cukup jumlah dan kualitasnya.

3. Memantau pertumbuhan balita di posyandu sebagai pemantauan terjadinya gangguan pertumbuhan. 

4. Meningkatkan akses terhadap air bersih dan fasilitas sanitasi serta menjaga lingkungan. 

Malnutrisi merupakan masalah utama terjadinya stunting atau bertubuh pendek tidak sesuai usianya. Oleh karena itu, para orang tua khususnya ibu hamil untuk menjaga pola makan dan pemberian asupan yang sehat dan bergizi pada anak-anak. Agar tahun 2045 nanti anak Indonesia menjadi genari emas.