Persalinan Lama

Kegagalan berkembang atau persalinan lama merupakan kondisi yang menyebabkan 1 dari 3 orang ibu hamil menjalankan caesar. Menurut data hasil riset The center for disease and control and prevention (2010)  Kegagalan berkembang biasanya terjadi setelah ibu hamil mengalami proses persalinan selama lebih dari 20 jam (untuk ibu baru) dan 14 jam untuk Ibu hamil yang sebelumnya sudah pernah melahirkan.

Kegagalan berkembang itu berupa kontraksi lemah, pembukaan yang tidak ada kemajuan atau bayi yang tidak mau turun ke jalan lahir meski berbagai upaya untuk membuat kontraksi lebih bagus telah dilakukan. Jika terlalu lama dibiarkan, maka akan berbahaya bagi kondisi janin.
 

Persalinan Lama
source: http://cdn.glamcheck.com/health/files/2011/10/Labor-And-Delivery.jpg

Mal posisi bayi dan kondisi kesehatan bayi

Supaya terjadi kelahiran pervagina atau normal, bayi sudah harus berada pada posisi siap lahir yaitu kepala bayi berada pada jalan lahir. Tapi, adakalanya posisi bayi tidak sesuai sehingga ibu kesulitan untuk menjalani kelahiran normal.

Bayi yang disebut mengalami posisi tidak normal adalah bayi dengan posisi melintang atau berbaring horizontal, sungsang dan posisi kepala bayi mendongak sedemikian rupa sehingga sulit bahkan tidak bisa melewati panggul Ibu. Operasi caesar menjadi pilihan paling aman apabila kondisi posisi bayi seperti di atas apalagi jika sang Ibu mengandung bayi kembar.
Selain posisi bayi yang abnormal sehingga menyulitkan persalinan pravagina, kondisi bayi juga mempengaruhi keputusan operasi Caesar. Bayi yang mengalami fetal distress (perubahan kecepatan denyut jantung janin secara tiba-tiba) karena terlilit tali pusat, cacat bawaan janin, dan prolaps tali pusat (tali pusat turun mendahului janin) sangat disarankan lahir melalui operasi caesar. Hal ini untuk mengurangi resiko kematian janin. 

Mal posisi bayi dan kondisi kesehatan bayi
source: https://i.ytimg.com/vi/KUtui15O10Y/maxresdefault.jpg
baca juga

Cephalopelvic Disproportion (CPD)

CPD adalah kondisi dimana kepala bayi terlalu besar sedangkan struktur panggul Ibu lebih kecil atau kombinasi keduanya. CPD jarang terdeteksi sebelum persalinan, hal ini disebabkan kepala bayi umumnya menyesuaikan dan sendi panggul akan melebar selama persalinan. CPD menyebabkan bayi kesulitan untuk turun ke jalan lahir sehingga tidak memungkinkan lahir secara pervagina. Diagnosis CPD akan ditetapkan saat Ikualitas kontraksi bagus dengan waktu yang cukup banyak akan tetapi tidak ada perkembangan (pembukaan tidak kunjung bertambah).

Cephalopelvic Disproportion (CPD)
source: http://www.scarymommy.com/wp-content/uploads/2017/01/shutterstock_140177479.jpg?w=700

Kondisi Kesehatan dan Kehamilan Ibu

Kondisi Ibu sangat mempengaruhi keputusan dokter malaksanakan operasi caesar. Kondisi kehamilan yang kurang mendukung persalinan pravagina adalah placenta previa dan abrupsio placenta. Plasenta previa terjadi saat plasenta menutupi jalan lahir. Saat leher rahim melebar, plasenta terlepas dari rahim dan menyebabkan pendarahan yang tidak sakit pada ibu tapi berbahaya bagi janin. Melahirkan lewat vagina tidak aman bagi kondisi ini, karena plasenta akan lahir sebelum janin. Abrupsio placenta terjadi saat placenta terlepas dari dinding rahim sebelum persalinan sehingga menimbulkan pendarahan yang menyebabkan berkurangnya pasokan oksigen ke bayi. 

Selain kasus pada plasenta, kesehatan Ibu juga menjadi bahan pertimbangan saat operasi diputuskan. Ibu yang memiliki penyakit kronis seperti  HIV/AIDS, Ibu dengan kelainan jantung kronis, tekanan darah tinggi, dan diabetes memiliki resiko lebih tinggi apabila melahirkan secara normal. Pertimbangan medis lainnya adalah kemampuan Ibu menahan stress saat persalinan, hal ini bisa membahayakan Ibu atau janin. 

Kondisi Kesehatan dan Kehamilan Ibu
source: https://media.pri.org/s3fs-public/styles/story_main/public/story/images/IMG_3916.JPG?itok=EiN8qu7S
baca juga

Bedah Caesar Ulang (Ibu dengan Riwayat Caesar)

Apabila persalinan sebelumnya melalui operasi Caesar, kemungkinan besar akan terulang saat persalinan berikutnya. Meskipun demikian, data dari The Ameriacan Pregnancy Association mengatakan bahwa 90 persen perempuan yang telah melahirkan secara caesar dapat melahirkan per vagina untuk kelahiran berikutnya. Kejadian ini dikenal dengan istilah Vaginal Birth After Caesar (VBAC).

VBAC sangat mungkin dilakukan apabila tidak ada indikasi medis yang mengharuskan calon Ibu melakukan Caesar. Tapi ingat ya Moms, sebelum VBAC kamu harus mendiskusikannya dengan dokter. Apakah aman untuk dilakukan atau cukup beresiko.
 

Bedah Caesar Ulang (Ibu dengan Riwayat Caesar)
source: https://www.healthline.com/hlcmsresource/images/imce/pregnancy-post-cesarean-wound-infection_thumb.jpg