Tulisan ini bukan menganai Ayah yang jarang membantu Ibu dalam mengurus anak. Tulisan ini adalah tulus curahan hati saya yang melihat lingkungan sekitar menganai “Ayah Perokok”.
 
Mau marah, geram, kesal, rasanya yang melihat seorang Ayah yang merokok didepan bayi atau anaknya. Hal ini saya angkat karena dalam perjalanan ke Taman Safari kemarin, ada mobil yang nyalip disebelah mobil saya. Isinya Ayah sedang menyetir, sebelahnya Ibu beserta bayinya (menurut pandangan saya kira-kira sekitar 6 bulanan) dan ketiga anaknya duduk di jok belakang. Dan… ayahnya buka kaca serta merokok. Ayah itu sadar gak ya sebelahnya ada bayi?? Saya bertanya tanya dalam benak saya, Ibunya sudah marahi Ayahnya belum ya?? Ibunya sadar gak ya bahaya rokok untuk bayi?? Ayah dan Ibunya sadar gak ya walaupun bayi perokok pasif tapi tetap berbahaya?? Ibunya sadar gak ya (Jika masih ASI) rasa ASI bisa berubah jika adanya nikotin?? Aaah beribu petanyaan yang ada di benak saya saat itu.
 
Saya memang tidak  berhak menghakimi para perokok, saya tahu betapa susahnya menahan rasa ingin merokok. Suami saya dulu seorang perokok, akhirnya berhenti ketika tahu saya hamil. Thanks Papi. Tapi…. Orang orang diluar sana banyak banget yang masih merokok di depan bayi or anaknya. Pernah juga saya ke Mall, melihat Orang Tuanya membawa bayinya duduk di restaurant bagian smoking karena Ayahnya merokok. WHAT?? Emang gak bisa duduk terpisah?? Adooh miris hati saya. Mungkin ada kesulitan dimana dia tidak bisa menitipkan anak ke orang tua atau ke nanny di rumah, tapi masih pingin jalan-jalan. Memang susah. Tapi please…. Jangan egois.
 
Buat beberapa yang belum tahu bahaya asap rokok untuk bayi, saya akan share infonya.
 

http://https://www.ayahbunda.co.id/keluarga-gizi-kesehatan/asap-rokok-ancam-bayi-dan-asi


http://https://health.detik.com/read/2014/03/24/105635/2534413/763/terpapar-residu-asap-rokok-ayahnya-bayi-ini-meninggal-kena-pneumonia

Semoga membantu, dan ayah….please stop smoking :)