Yeay Finally!! Akhirnya dapat izin posting juga dari sahabatku. Seperti janji ibun di blog sebelumnya (baca disini) bahwa akan ada kisah kedua yang intinya hampir mirip. Lagi-lagi ini based on true story ya bukibuk, jadi sama sekali bukan cerita fiksi. Semoga cerita kali ini sama menginspirasi seperti cerita sebelumnya, mengingatkan kita bahwa obat tidak selalu berbentuk pil atau sejenisnya namun KATA “MAAF” BISA MENJADI OBAT bahkan bisa mengubah hidup seseorang 😊. 

Jadi ibun punya sahabat dekat dari jaman old sampai jaman now 🤣 namanya “Santi” (bukan nama sebenarnya), sahabat ibun ini punya pacar namanya “Adam” (bukan nama sebenarnya). Santi dan Adam ini pacaran cukup lama, hubungan mereka baik-baik saja sampai suatu ketika ternyata si Adam diam-diam menikah dengan cewek lain (selingkuh) sebut saja “Novi” (bukan nama sebenarnya) karena si Novi ini sudah hamil duluan. Santi baru mengetahui kabar tersebut setelah pernikahan Adam dan Novi berlangsung. Ya namanya wanita biasa, Santi merasa sakit hati dan timbul perasaan ingin balas dendam karena dihianati. Ditambah lagi pada saat itu Adam tidak mau melepaskan Santi dengan alasan dia tidak mencintai Novi dan akan segera menceraikannya. Semenjak dihianati sebenarnya Santi sudah tidak respect lagi dengan Adam, Santi mempertahankan hubungannya hanya semata ingin membuat pernikahan Adam dan Novi hancur. Saat itu Santi berprinsip bahwa Adam dan Novi harus membayar mahal perselingkuhan mereka. Maka setiap ada kesempatan, Santi akan meneror Novi dan terus-terusan mendesak Adam untuk segera menceraikan Novi. Namun dengan alasan Novi sedang hamil maka si Adam belum bisa menceraikannya sampai anak tersebut lahir.

Singkat cerita akhirnya Santi menyadari kesalahannya dan memutuskan untuk memulai kehidupan baru. Semua kenangan tentang Adam ia kubur dalam-dalam. Facebook di block, nomor ganti, dan lain-lain. Tidak lama kemudian Santi bertemu dengan lelaki baik yang menjadikannya istri. Mereka menikah dan hidup bahagia namun ada satu hal yang masih mereka rindukan, yaitu kehadiran seorang anak. Mereka sudah mencoba berbagai cara, pengobatan alternatif & modern sudah mereka coba, tapi dokter mengatakan bahwa kondisi mereka sehat-sehat saja. Santi sering cerita dengan ibun, kalau setiap malam dia dan suaminya sering berkhayal mempunyai anak. Setiap bulan Santi lalui dengan perasaan was-was berharap garis di testpack yang ia coba berubah menjadi 2 namun harapan hanyalah harapan. Pernikahan mereka sudah berjalan hampir 2 tahun tapi tanda-tanda kehamilan belum juga nampak 😞.

Nah cerita pun berawal sekitar setahun yang lalu tepat saat pertama kali ibun mengumumkan kehamilan Alta di Instagram (bahasamu buuunnn mengumumkan 🤣). Terus tiba-tiba Santi berkomentar di IG ibun, “Beb kamu sibuk gak? Aku pengen curhat.”. Kira-kira begitu komennya tapi pakai bahasa Lampung. Berhubung saat itu ibun sedang di luar jadi akhirnya sesi curhat pun ditunda menunggu sampai saat yang pas. Tibalah saat yang pas, melalui sambungan telpon akhirnya Santi cerita bahwa beberapa hari yang lalu dia baru menyadari ada pesan dari Novi di facebooknya yang sudah hampir setahun dikirim namun tidak terbaca karena masuk dalam filter. Inti dari pesan tersebut adalah si Novi mewakili anaknya mengatakan bahwa mereka sakit hati dengan perbuatan Santi, Novi yang seolah mewakili anaknya berkata begini kira-kira, “Kok tante tega ya mau ambil ayah saya, saya doain semoga tante gak akan pernah punya anak.”. 😞 Jleb!! Spontan Santi langsung gemetaran dan menangis 😭.

Santi meminta pendapat ibun sebaiknya dia harus bagaimana karena semenjak membaca pesan tersebut Santi seakan-akan dihantui masa lalunya. Sebagai sahabat, ibun tidak ingin Santi melakukan kesalahan kedua dan ibun coba meyakinkan Santi untuk meminta maaf kepada Novi walaupun hanya melalui telpon/SMS karena jarak yang tidak memungkinkan (Lampung-Jakarta). Awalnya Santi ragu dan takut untuk melakukan saran ibun, takut ditolak, takut dicemooh, dan lain-lain, namun setelah ibun ceritakan pengalaman wo dan udo (kisah sebelumnya klik disini) akhirnya Santi memberanikan diri untuk mencoba dengan mengirim SMS permintaan maaf. Waktu itu Santi bilang ke ibun kalau dia merasa lega dan bahagiiiiaaa sekali setelah SMS tersebut terkirim. Terus apakah dimaafkan?, ya tentunya dimaafkan oleh Novi tapi Novi bilang dia tidak akan pernah melupakan 😞. Santi kembali galau lagi, lagi-lagi ibun coba meyakinkan bahwa YANG TERPENTING KITA SUDAH MEMINTA MAAF, PERSOALAN DIMAAFKAN ATAU TIDAK ITU SUDAH URUSAN DIA DENGAN TUHAN. 

Agustus 2017, ibun melihat Santi memposting hasil testpack yang bergaris dua dan suka citanya. Dan saat itu, ibun langsung speechless. BETAPA AJAIBNYA KATA “MAAF”, hanya membutuhkan keiklasan dan kerendahan hati untuk mengucapkannya. SEPELE, TAPI HANYA ORANG-ORANG YANG BERANI YANG MAMPU MELAKUKANNYA KARENA TERKADANG KATA “MAAF” SANGAT MAHAL HARGANYA. Mungkin ada saatnya kita merasa sangat teraniaya sehingga timbul keinginan untuk membalas? Tapi bukankah ALLAH SAJA MENGAMPUNI HAMBANYA?. Teraniaya atau tidak bukan kita yang menentukan, ada mata Allah yang tak pernah tidur.

Alhamdulillah cerita sahabat ibun berakhir bahagia, ibun merasa sangat beruntung bisa dipercaya untuk mendengarkan kesusahannya kala itu. Mungkin bagi sebagian orang ini hanya kebetulan semata tapi ibun tetap yakin bahwa HUKUM TABUR TUAI itu selalu ada 😊. Semoga cerita ini menginspirasi kita dan orang-orang sekeliling kita. JIKA BERMANFAAT TOLONG SEBARKAN TAPI JIKA TIDAK MOHON DIMAAFKAN DAN CUKUP DISIMPAN.

Oh iya bukibuk, mohon doakan semoga Santi dan calon bayinya sehat selalu ya aamiin 🙏🏻. Insha Allah perkiraan lahirnya tanggal 1 April nanti.

Salam sayang dari Alta dan Ibun ❤️