Nah setelah tau jalan cerita nya tadi di part 1, kini aku mau jabarkan beberapa makna positif yang bisa diambil dari film Bad Moms ini :

1). Meskipun seorang working mom, tetap tidak melupakan kodratnya sebagai ibu ketika di rumah. Jadi jujur aku salut juga sih ketika sebelum berangkat kerja, si tokoh Amy ini masih sempat menyiapkan sarapan untuk anak-anaknya meski terburu-buru, kemudian juga mengantar anaknya sekolah atau kegiatan ya meski dengan terburu-buru juga karena ia harus berangkat kerja.

2). Sebagai seorang ibu, pasti semua pernah merasakan lelah atau ‘kewalahan’ dengan aktivitas sehari-harinya. Iya gak moms? Hehe aku pribadi juga masih sering merasa seperti itu lho. Dan ternyata itu wajar kok, wajar banget malah. Ternyata disaat seperti itu yang kita butuhkan adalah REFRESHING dan ENJOYING  the day. Banyak cara ya bisa dilakukan, bisa dengan me time atau bertemu dengan teman-teman, Dan setelah kelelahan itu hilang, setelah pikiran kita fresh dan fisik kita bugar kembali, artinya kita sudah semangat lagi kan untuk menjalani hari-hari sebagai ibu.


Sumber : pinterest.com

 

3). Tidak ada sosok IBU YANG SEMPURNA atau PERFECT MOM atau SUPERMOM di dunia ini. Beneran deh moms, gak ada yang kaya gitu tuh!!! Semua ibu pasti punya permasalahan masing-masing (hanya saja tidak diumbar), semua ibu juga ada kala nya bersikap marah pada anak (kalau gak pernah marah ya bukan ibu ya namanya, tapi ibu peri, hahaha *krikkrik) . Nah ini poin yang paling aku dapat sih dari film ini, jadi menurut aku ini adalah film yang amat sangat jujur menceritakan apa yang seorang ibu rasakan (jarang-jarang loh film barat yang kayak begini). Aku salut ketika si tokoh Amy ini merasa kelelahan dan kewalahan dengan semuanya yang menuntut ia menjadi perfect mom atau supermom, kemudian ia bertindak agak melanggar aturan, namun kemudian ia menjadi sangat berpengaruh bagi ibu-ibu di sekolahnya karena ia satu-satunya orang yang berani (istilahnya) mematahkan idealisme perfect mom atau supermom. Ia mengajak ibu-ibu untuk bertindak lebih realistis, lebih jujur, menjadi seorang ibu apa adanya tanpa perlu merasa ada beban dengan label “perfect mom”. Akan lebih tenang hidup ketika kita lebih realistis dan jujur dengan keadaan, tidak perlu bertindak seolah semunya ingin terlihat sempurna. 


Sumber : pinterest.com

Akhir kata dari aku, tidak apa-apa kita tidak perlu menjadi perfect mom, karena anak kita tidak membutuhkan ibu yang sempurna, yang anak butuhkan sesungguhnya hanyalah kita ibu! Tidak apa-apa kita merasa jenuh, lelah, kewalahan dengan segala aktivitas yang ada, lakukan apapun yang membuat hal itu hilang lalu kemudian segera bangkit dan semangat lagi! Because MOMS NEVER QUIT!!!