Moms udah dibaca kan bagian 1,2 dan 3?? Lanjut yuk ke bagian 4 . . .
 
11. temper tantrum

Moms tantrum juga umum terjadi pada anak normal kan, karena tantrum merupakan cara anak mencari perhatian orang tua atau cara mereka untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkan. Tantrum pada arkan sering kali tidak terkendalikan, mengamuk sampai berusaha melukai diri sendiri dengan membenturkan kepala ke lantai atau tempok dan berusaha melukai orang lain dengan menjambak, mencakar, menggigit atau memukul. Temper tantrum terjadi hampir setiap hari, bahkan dalam sehari bisa terjadi lebih dari 2 kali. Saya berfikir tantrum yang dilakuan arkan adalah hal yang lumrah akibat ketidakmampuannya mengkomunikasikan apa yang dia inginkan, meskipun saya sudah mencoba memberikan sesuatu yang kira-kira dia inginkan tp masih saja tantrum, dan ternyata moms temper tantrum pada arkan terkadang terjadi tanpa sebab.

12. menggigit atau menjilat semua benda

Momies yang punya anak atau balita tentu tidak asing dengan perilaku si kecil yang suka menggigit atau menjilat karena perilaku ini sering terjadi ketika anak sedang tumbuh gigi dan merupakan bentuk ekplorasi lingkungan. Kebiasaan menggigit dan menjilat pada arkan masih ada hingga usia diatas 2 tahun, malah semua maianan dan benda disekitarnya dijilat bahkan semua jari-jari tangannya dimasukan kemulut. Padahal saat usia 2 tahun gigi susunya sudah tumbuh semua. Gigitannya pun tidak seperti gigitan anak-anak pada umumnya, sampai memar berdarah dan nyeri. Sering saya temukan pada fesesnya serpihan-serpihan mainan yang telah ia gigit dan tertelan (biasanya mainan yg empuk2 seperti bahan penghampus pensil). Terkadang arkan juga ngeces (kaya bayi-bayi itu lho moms, air liurnya kemana-kemana) sampai kerah bajunya basah.

13. tidak suka keramaian

Setiap kali membawa arkan ke kondangan nikahan, saya selalu dibuat kewalahan. Arkan yang biasanya aktif harus keok ketika berhadapan dengan banyak orang serta suara-suara music. Dari pintu masuk sudah minta digendong, peganganpun sangat erat dan sering kali menutup telinga, jika suara music di pesta tersebut kencang seketika langsung menangis histeris. Begitu juga ketika membawa arkan swalayan atau mall.

14. . melakukan perilaku berulang-ulang

Perilaku ini terlihat sejak arkan bisa jalan yaitu diusia 13 bulan. jika diajak keluar rumah, arkan sangat menyukai jalan-jalan mengelilingi komplek perumahan, karena anak baru bisa jalan emak seneng aja lihat anak keliling komplek. Namun kejanggalan atas perilaku ini baru saya rasakan ketika liburan lebaran, beberapa teman sebayanya bermain bersama, arkan justru sibuk mengitari ruang tamu – dapur – halaman depan yang terhubung pintu tanpa terlihat capek dan terus dilakukan  berulang-ulang. Selain itu, arkan sangat senang memasukan koin-koin kedalam lubang, dia betah melakukannya hingga berjam-jam. Waktu itu saya membuatkan celengan uang koin dari botol bekas, karena masih berfikir kalau perilaku seperti ini bukan merupakan masalah.

15. tidak memiliki kemampuan memahami/mengatasi sesuatu yang baru

Diperumahan tempat saya tinggal memiliki 2 pintu masuk. jika tadinya keluar dari pintu 1, lalu masuk melalui pintu 2 maka arkan akan marah hingga tantrum. Jadi harus lewat melalui jalan yang sama. Sering juga arkan tantrum yang saya fikir tanpa sebab, ternyata karena sebuah botol sabun yang tergelatak jatuh dilantai karena tadinya arkan melihat botol tersebut ada diatas rak. Momies yang tetanggaan dengan saya pasti sudah kebal dengan suara amukan arkan.
 
Bersambung~~