Halo moms, mau sharing tentang manfaat bermain lego nih. Apakah anak moms juga hobi bermain lego? Saya boleh cerita sedikit tentang anak ya moms. Hehehe.. Kalau Zidan sendiri senang dengan lego berukuran kecil sejak usianya belum 2 tahun. Sebelumnya suka bricks ukuran besar seperti duplo atau yang serupa dengan merk lain, dia bisa main 5 pieces dengan asik sekali dan berganti-ganti bentuk. Dari situ saya tahu dia minat dengan bricks. Tapi saya tidak pernah membelikan dia bricks tambahan. Saya biarkan dia dengan 5 pieces bricks mobil-mobilan itu cukup lama supaya dia mengulang-ulang terus dan bisa berkreasi dengan yang sedikit tadi. Karena saat itu usianya juga masih 1,5 tahun.



Sampai kami dapat hadiah bricks dari sebuah resto cepat saji. Tanpa kami paksa dia untuk bermain, eh dia minta bukain kemasannya dan mau bermain sendiri. Ternyata jarinya yang kecil-kecil cukup trampil bermain bricks kecil itu walaupun dia berjuang dengan tingkat stress yang juga tinggi karena memang lego ukuran kecil bukan untuk seusianya. Kadang dia menangis kalau susah pasang. Hahaha. Tapi dia juga puas kalau berhasil, dan akan terus diulang.



So, apa saja manfaat bermain lego? Ini dia 6 Manfaat yang akan didapat anak dengan bermain Lego atau bricks

 1. Mengembangkan ketrampilan spasial

Moms, menurut beberapa penelitian, anak-anak yang gemar membangun mainan dalam bentuk sebuah konstruksi, cenderung lebih berkembang dalam ketrampilan spasialnya. Menurut salah seorang penulis buku psikologi, kemampuan     spasial     adalah  kemampuan     membayangkan,     membanding,     menduga,     menentukan, menkonstruksi, mempresentasikan, dan menemukan informasi dari stimulus visual  dalam  konteks  ruang. Dengan kata lain, bermain bricks bisa mengembangkan daya imajinasi anak.



2. Kemampuan matematis

Dalam sebuah studi, ada anak usia 4 tahun yang bermain bricks memiliki efek jangka panjang yang baik. Memainkan bricks dengan lebih sulit pada usia pra sekolah akan meningkatkan prestasi matematika saat anak memasuki tingkatan sekolah yang lebih tinggi. Walaupun itu bukan jaminan pasti ya.



3. Meningkatkan kreativitas dan kemampuan memecahkan masalah



Ahli psikologi mendefinisikan masalah ke dua tipe. Masalah konvergen yang hanya memiliki satu solusi pemecahan, dan permasalahan divergen yang dapat diselesaikan dengan berbagai cara. Ketika anak dapat memasangkan blok dengan berbagai macam cara, maka bermain lego ada sebuah permainan divergen. Bermain secara divergen anak anak akan berpikir lebih kreatif dan dapat mencari berbagai solusi ketika menemui permasalahan.

4. Kemampuan bersosialisasi



Anak-anak akan menjadi lebih ramah dan pandai bersosialisasi ketika mereka bermain membuat sebuah konstruksi secara berkelompok. Saya sendiri mengalaminya saat mengajak Zidan ke tempat umum untuk bermain bricks. Di sana dia bertemu dengan teman yang usianya di atas Zidan. Tapi Zidan mau membaur dan bekerjasama dengan anak tersebut untuk menyusun bricks bersama. Syaratnya tetap sih moodnya anak harus pas lagi bagus-bagusnya ya, moms. hehehe.

5. Bisa Meningkatkan kemampuan berbahasa

Wah kalau yang ini sih tergantung moms dan pasangan ya. Kalau menemani anaknya bermain lego sambil diajak ngobrol, kemungkinan teori ini bisa teruji. Tapi kalau moms meninggalkan si anak sendirian saat bermain lego, teori ini kemungkinan tidak akan teruji. Hehehe. Saya sendiri suka menemani anak bermain lego sambil ajak dia bicara. Saya yakin banget deh moms juga demikian. Karena pada sebuah studi yang mencoba meneliti anak-anak usia 1,5 hingga 2,5 tahun yang bermia lego menunjukkan sebuah hasil yang mencengangkan. Anak-anak ini mendapat nilai lebih tinggi pada tes kosakata, tata bahasa, dan pemahaman verbal.

6. Mengasah motorik halus

Karena bermain bricks memang banyak menggunakan tangan. Jadi dengan bermain lego, moms juga bisa melatih kemampuan 3 jarinya yang kelak berguna dalam belajar menulis di usia sekolah.

Terima kasih sudah mau baca tulisan ini. Semoga bermanfaat ya, moms ;)