Anak-anak tidak selamanya adalah anak-anak.  Perubahan akan terjadi dan mereka akan terus  bertumbuh dari waktu ke waktu.  Sebagai orang tua tidak boleh selalu memposisikan anak-anak terus sebagai anak. Diperlukan pendampingan untuk membiasakan kegiatan sehari-hari dan melatih anak mandiri.  Semakin dini seorang anak mandiri semakin cepat pula anak akan selesai dengan dirinya dan bertanggungjawab terhadap dirinya sendiri.  Sehingga  orang tua dengan cepat bisa melepaskan sang anak untuk bertanggung jawab meski harus tetap dalam pengawasan. 

Kemandirian anak sangat erat kaitannya dengan rasa percaya diri.   Tugas orang tua untuk melatih kemandirian anak agar dapat meningkatkan rasa percaya dirinya.  Kemandirian berkaitan dengan jiwa merdeka, anak yang mandiri cenderung tidak akan pernah bergantung pada orang lain.  Kemandirian akan membuat anak lebih cepat selesai dengan dirinya, sehingga ia bisa berbuat banyak untuk orang lain.



Sebelum mulai melatih kemandirian anak, beberapa hal yang perlu diperhatikan:

1. Suasana yang ramah anak;
2. Kesepakatan dengan anak sebelum membuat aturan;
3. Motivasi agar konsisten dengan aturan;
4. Menyampaikan risiko bila tidak taat aturan; dan
5. Tanggungjawab sesuai usia dan kemampuan.

Berikut beberapa keterampilan umum untuk melatih kemandirian anak (selain kemandirian sesuai usia anak):

1. Membereskan mainan;
2. Membuat kreasi mainan;
3. Membersihkan kamar mandi;
5. Menyapu dan mengepel; dan
6. Memasak.

Agar target kemandirian dapat tercapai selain disiplin, pendampingan orang tua menjadi penentu cepat lambatnya kemandirian anak tercapai.  Karena itu menjejali anak dengan beberapa keterampilan dalam satu waktu tidak dapat membuahkan hasil maksimal dan bertahan lama.  Cukup satu keterampilan yang dilatihkan dalam satu periode waktu (sebulan misalnya).  Setelah berhasil, baru memulai dengan latihan keterampilan lain tapi tetap melakukan keterampilan yang sudah tercapai.

Kesabaran orang tua mendampingi dan konsistensi menjadi kunci utama keberhasilan latihan kemandirian anak.  Yuk... membersamai putera puteri kita menjadi pribadi yang mandiri.



Sumber Bacaan:
Komunitas Institut Ibu Profesional, 2013, Bunda Sayang (12 Ilmu Dasar Mendidik Anak), Gazza Media, Jakarta.