Trimester I

Jatuh saat hamil pada trimester pertama atau awal kehamilan ternyata tidak berdampak besar pada bayi dan plasenta dalam kandungan. Pasalnya posisi rahim terlindungi dengan baik oleh tulang panggul. Nah, apabila Moms tergelincir pada awal-awal kehamilan maka segeralah berbaring dan ambil waktu untuk rileks beberapa saat. Kalau Moms masih merasa cemas dan mengalami sakit perut atau punggung maka periksakanlah diri ke dokter. 
 

Trimester I
source: https://www.verywell.com


 

Trimester II

Begitu masuk ke trimester kedua, rahim sudah tidak berada di posisi terlindungi oleh tulang panggul. Namun, tak perlu khawatir Moms karena dinding rahim cukup tebal sehingga masih bisa melindungi bayi di dalamnya, terutama saat Moms jatuh ringan. Namun, tak dipungkiri ada beberapa komplikasi yang mungkin terjadi saat terjatuh di antaranya: 
- rasa sakit pada bagian tubuh tertentu
- flek atau pendarahan pada vagina
- gerakan janin menurun
- merasa pusing dan sesak napas
- mengalami kontraksi pada uterus
- terasa nyeri saat menekan bagian perut

Kalau Moms mengalami beberapa gejala di atas, maka segeralah ke dokter untuk memeriksakan kondisi Moms dan bayi apakah baik-baik saja. 
 

Trimester II
source: http://www.momjunction.com


 

baca juga

Trimester III

Seiring dengan pertambahan usia kehamilan, maka kemungkinan Moms tergelincir lalu terjatuh makin meningkat. Alasannya karena Moms menjadi lebih mudah lelah karena membawa tubuh yang berat saat menjelang persalinan. Nah, selama trimester ketiga ini Moms perlu sangat berhati-hati agar tidak jatuh, karena risikonya cukup besar dan berbahaya. Jika jatuhnya cukup parah maka akan menimbulkan masalah seperti gangguan pada plasenta. Plasenta mungkin saja terlepas dari rahim. 

Tanda-tanda jatuh yang perlu Moms perlu waspada saat trimester ketiga yakni: 
- cairan ketuban mulai bocor
- pendarahan yang keluar dari vagina
- sensasi pusing dan rasa seperti ingin pingsan
- sesak napas, kram akibat kontraksi dinding rahim
- nyeri perut yang parah 
- bahkan tak jarang jatuh membuat terjadinya persalinan lebih dini atau prematur

Trimester III
source: https://www.livestrong.com