1. Lahir Prematur

Umumnya bayi yang lahir lebih awal atau lahir prematur (kurang dari 37 minggu) akan dirawat di NICU. Alasannya karena bayi yang lahir tidak cukup bulan, secara fisik dan mental belum berkembang dengan baik sehingga belum dapat melakukan transisi terhadap lingkungan baru, sebaik bayi yang lahir normal. Bayi prematur umumnya belum mampu mengendalikan suhu tubuh, mengalami penurunan berat badan yang ekstrim dan kesehatan vitalnya tidak stabil. Apabila hal ini dibiarkan maka akan memengaruhi kesehatan tubuh dan otak bayi secara jangka panjang. Sementara di NICU bayi akan diperlakukan seperti di dalam rahim dan menjaga suhu tubuh bayi tetap hangat sampai akhirnya dinyatakan siap untuk dibawa ke lingkungan luar. 
 

1. Lahir Prematur
source: https://www.bundoo.com


 

2. Respiratory Distress Syndrome (RDS)

RDS adalah masalah pernapasan yang paling umum pada bayi baru lahir karena paru-paru yang belum matang. Kondisi ini akan diobati dengan bantuan alat bantu pernapasan berupa mesin untuk menyuplai oksigen kepada bayi. Sementara RDS yang parah akan diobati dengan tabung pernapasan, serta menempatkan bayi di ventilator.
 

2. Respiratory Distress Syndrome (RDS)
source: http://ilshospitals.com


 

baca juga

3. Sepsis atau Infeksi

Sepsis atau infeksi adalah alasan paling umum untuk kematian bayi baru lahir. Infeksi lebih sering terjadi pada bayi prematur dibandingkan dengan bayi yang lahir cukup bulan. Semakin dini bayi dilahirkan, semakin besar kemungkinan bayi terinfeksi karena sistem kekebalan tubuh tidak bisa melawannya. 
 

3. Sepsis atau Infeksi
source: https://www.npr.org


 

4. Hipoglikemia

Hipoglikemia atau gula darah rendah biasanya dialami oleh yang lahir bayi prematur. Bayi mengalami hipoglekemia karena mendapatkannya dari ibu dengan diabetes gestasional atau karena bayi yang mengalami infeksi. Untuk itu, bayi perlu mendapatkan perawatan dan pengobatan di NICU. 
 

4. Hipoglikemia
source: http://www.rpwb.com


 

baca juga

5. Asfiksia

Asfiksia merupakan kondisi di mana bayi lahir kekurangan oksigen. Biasanya hal ini terjadi akibat beberapa hal di antaranya oksigen di dalam darah ibu terlalu sedikit sebelum atau selama persalinan, terdapat masalah pada tali pusat saat melahirkan, napas bayi tidak terbentuk dengan benar, napas bayi terblokir dan sel-sel darah bayi tidak mengalirkan oksigen yang cukup. Beberapa gejala asfiksia adalah bayi tidak bernapas atau bernapas sangat lemah, warna kulit kebiruan atau pucat, frekuensi denyut jantung rendah yaitu di bawah denyut normal, yaitu 120 denyut per menit. Agar kondisi ini tidak semakin parah, maka bayi biasanya akan segera dibawa ke NICU untuk diberi perawatan. 
 

5. Asfiksia
source: https://www.babycenter.com