Setiap anak yang terlahir ke dunia ini unik dan berbeda. Kembar identik pun pasti memiliki perbedaan baik dalam sifat maupun perkembangannya.

Biarpun anak kita dengan anak lain mempunyai umur yang sama, perkembangan mereka tetaplah akan berbeda. Contohnya adalah anak saya, arsenio.

Sebelum arsen MPASI, dia sudah bisa tengkurap dan duduk tegak bahkan tanpa dibantu. Itu merupakan hal yang wajar dalam milestone anak 0-12 bulan. Tetapi di umur arsen yang 7/8 bulan, dia tidak merangkak, melainkan menyeret kakinya jika ingin menggapai sesuatu. 

Ketika saya mendengar cerita beberapa teman, mereka mengatakan bahwa anaknya sudah bisa merangkak. Ada perasaan takut dan juga malu ketika menceritakan bahwa arsen baru bisa “menyeret” kakinya bukan merangkak. Kurang lebih seperti sedang latihan militer hehehehe..

Suatu hari ketika sedang vaksin ke dokter, beliau menanyakan apakah arsen sudah bisa merangkak atau belum. Saya dan suami menjawab “belum dok, tapi masa malah nyeret-nyeret gitu dok”. Ternyata jawaban dokter pun menenangkan kami “gapapa bu, ngga semua anak harus bisa merangkak, saya aja ngga pake merangkak, ini buktinya bisa jadi dokter”. 

Owchhh baiqqqq doookkk hahahah dokter cuma bilang, biasanya anak yang tidak melewati fase merangkak akan kurang perjuangan, jadi seperti anak yang penakut, dan biasanya berfikir menggunakan otak kirinya.

Setelah pulang dari dokter, saya perhatikan bahwa, iya juga yaa, arsen emang kurang perjuangan banget. Kalau mau ambil barang dan ngga bisa, yaudah ngga usah tinggalin aja. Jadi ngga pantang menyerah. 

Tapi saya berfikir bahwa sebenarnya hal tersebut bisa juga diasah semakin anak beranjak besar. Itukan bagian dari psikologis jadi saya rasa bisa saya tanamkan sembari arsen belajar setiap hari.

Arsen akhirnya berhasil merangkak literally merangkak setelah dia bisa berjalan . Dari hasil pengamatan saya dan suami sepertinya arsen mulai berani merangkak saat dia sudah merasa yakin bahwa dia bisa berdiri dan ngga akan jatuh. Jadi seperti dia sudah mengusai medannya baru dia berani.

Untuk saya dan suami, melewati fase merangkak ini bukalah suatu hal yang harus dikhawatirkan, pun di banding-bandingkan dengan anak lain. Karena saya sebagai orang tua juga ngga mau nantinya arsen membandingkan saya dengan orang tua lain yang menurut dia lebih baik. Jadi saya dan suami belajar untuk menerima dan mensupport arsen.