Bayi 0-3 Bulan

Untuk frekuensi BAB bayi baru lahir biasanya ia akan relatif lebih sering BAB daripada bayi yang lebih besar. Biasanya frekuensi BAB bayi Pada awal kelahirannya, bayi mengeluarkan kotoran berwarna hitam yang disebut mekonium yang seiring bertambahnya usia bayi, warnanya berubah menjadi kuning. 

source: https://motherandbaby.co.uk

Bayi baru lahir sampai bayi yang berusia 3 bulan biasanya BABnya belum terpola dengan baik. Mereka bisa BAB sewaktu-waktu, hingga 6-8 kali dalam sehari. Meski buang air besar beberapa kali dalam sehari, mereka tidak mengalami diare kok, Moms. Jangan khawatir ya.

Bayi 3-6 Bulan

Seiring bertambahnya usia, frekuensi BAB bayi akan berkurang. Bayi 3-6 bulan bisa BAB 1-2 kali dalam sehari dengan tekstur BAB yang lunak dan bau yang tidak menyengat.

source: http://skim.gs

Bahkan, ada pula lho, bayi yang masih mengkonsumsi ASI secara eksklusif yang tidak BAB berhari-hari. Toleransi waktu bayi ASI eksklusif tidak BAB adalah 14 hari. Hal ini karena kandungan ASI dapat diserap sempurna oleh bayi. Namun, jika bayi ASI eksklusif tidak BAB lebih dari 14 hari, Moms harus membawanya ke dokter untuk diperiksa apakah si kecil mengalami sembelit atau gangguan kesehatan lainnya.

baca juga

Bayi 6-12 Bulan

Pada bayi yang sudah mulai masuk masa MPASI, frekuensi BAB-nya sudah mulai teratur. Hanya 1-2 kali saja per hari. Untuk itu, Moms harus memperhatikan asupan makanannya ya, supaya si kecil bisa BAB setiap hari. Makanan dengan gizi seimbang harus Moms berikan demi kesehatan saluran cerna si kecil.

source: https://www.tesco-baby.com

Secara umum, bayi 6-12 bulan yang BAB tidak lebih dari 3 kali dalam sehari bisa dikatakan normal, dalam artian tidak diare. Demikian sebaliknya, bayi yang BAB tidak lebih dari 3 hari sekali masih terhitung normal, alias belum dikatakan sembelit. Namun usahakan bayi bisa BAB setiap hari agar fisiknya tetap sehat dan kegiatannya tidak terganggu.

Demikian tanda kesehatan bayi dilihat dari frekuensi BAB-nya. Salam sehat selalu untuk si kecil ya, Moms.