Berhubungan Intim Tepat Saat Masa Ovulasi Dimulai
Sel sperma laki-laki (Y) memiliki karakter lebih gesit, lebih cepat, serta lebih pendek usianya dibandingkan dengan sel sperma perempuan (X). Karenanya, sangat dianjurkan untuk berhubungan intim tepat saat masa ovulasi Moms dimulai. Sebagaimana Moms ketahui, masa ovulasi adalah masa dilepaskannya sel telur. Tujuannya, agar sel sperma laki-laki dapat segera mencapai sel telur Moms dan berkembang menjadi bayi berjenis kelamin laki-laki. Metode hamil bayi laki-laki yang diklaim memiliki tingkat keberhasilan 75% ini disebut metode Shetless.
 

source: http://matria.in

Menyortir Sel Sperma dengan Bantuan Teknologi Medis
Jika Moms ragu dengan keberhasilan metode Shetless, cara lainnya untuk hamil bayi laki-laki adalah dengan mencoba teknik MicroSort. Ini adalah teknik menyortir sel sperma. Tentunya, MicroSort hanya dapat dilakukan dengan bantuan medis. Secara garis besar, sel sperma laki-laki (Y) akan dipisahkan dari sel sperma perempuan (Y) dengan bantuan sinar laser dan mesin khusus. Kemudian, sel sperma laki-laki akan disalurkan ke dalam rahim Moms dengan metode vitro fertilization atau bayi tabung. Namun, hingga saat ini layanan MicroSort baru tersedia pada rumah sakit tertentu di negara-negara maju.
 

source: http://khmilclinic.com.ua
baca juga

Menjaga Kondisi Psikologis
Berbagai penelitian menyebutkan bahwa janin laki-laki lebih rapuh dibandingkan dengan janin perempuan. Catatan medis menunjukkan bahwa lebih banyak kasus janin laki-laki yang gugur dibandingkan dengan janin perempuan. Tahukah Moms, penyebab keguguran ini adalah kondisi psikologis yang tertekan. Jika Moms mulai hamil, walaupun Moms belum tahu jenis kelamin bayi yang Moms kandung, selalu jaga kondisi psikologis, ya. Jangan sampai depresi atau stress untuk alasan apapun demi kesehatan perkembangan janin Moms.
 

source: https://www.huffingtonpost.com/