1. Kejang di Bagian Otot Diafragma

Sama seperti pada orang dewasa, cegukan pada bayi disebabkan oleh kejang pada diafragmanya yang masih dalam masa pertumbuhan. Ada otot besar yang membentang di bagian bawah tulang rusuk dan bergerak naik turun saat bernafas. Jika otor tersebut kejang, maka bayi mengalami cegukan.
 

source: http://familyguideindonesia.com/pages/Article/Home/Baby+%26+Kids/Yuk%2C+Ajari+Anak+Merawat+Gigi


 

baca juga

2. Makan Terlalu Berlebihan

Alasan bayi sering cegukan yang paling sering terjadi adalah pada saat bayi makan terlalu banyak, terlalu cepat, atau menelan banyak udara saat disusui. Semua hal ini bisa menyebabkan distensi perut. Ketika perut membesar, hal itu mendorong diafragma yang menyebabkannya kejang.

source: https://www.intelligentmother.com


 

3. Perubahan Suhu Lambung

Cegukan pada bayi bisa juga akibat dari perubahan yang mendadak didalam suhu perut. Misalnya saat kamu memberi susu dingin dan beberapa menit kemudian memberi bayi kamu sereal beras yang panas. Kombinasi ini benar-benar dapat memicu bayi cegukan.
 

source: http://projectofparents.com/how-to-get-rid-of-baby-hiccups/


 

baca juga

4. Bayi Cegukan Sejak dalam Kandungan

Cegukan juga terjadi saat bayi kamu masih menjadi janin yang sedang mengembangkan refleks penghisapan pada cairan ketuban. Jarang ada peningkatan yang signifikan pada cegukan, ini bisa menjadi pertanda bahwa tali pusar telah melilit leher bayi dan membatasi aliran oksigen, sesuatu yang dikenal sebagai kompresi tali pusar. Hampir semua wanita akan merasa janin tersendat setidaknya satu kali selama masa kehamilan. Beberapa wanita bahkan tidak mengenali gerakan yang berirama seperti cegukan.

Kamu seharusnya tidak terlalu khawatir tentang kejadian ini, tetapi jika kamu khawatir, beritahukan kepada dokter kamu dan dia mungkin akan menyarankanmu untuk melakukan  pemeriksaan ultrasound. Namun secara pasti, dokter akan meyakinkan kamu bahwa cegukan pada bayi adalah hak yang normal.

source: https://www.thebump.com/a/does-baby-have-hiccups