Hola Mommies!

Saya pernah cerita sebelumnya DISINI kalau saya mengizinkan Raline nonton TV dengan beberapa pertimbangan. Jatah Raline nonton itu sejauh ini hanya dari channel Disney Junior. Nah, tayangan-tayangan dari channel tersebut menggunakan bahasa Inggris semua. 


Image Source: tv.disney.co.uk

Raline belum terbiasa dengan bahasa Inggris. Memang belum saya ajarkan sama sekali. Masih full bahasa Indonesia. Awalnya saya biarkan Raline nonton dengan bahasa Inggris karena saya pikir mungkin dia hanya tertarik dengan gambar-gambar berwarna dan lagu-lagunya saja. Lama-kelamaan Raline semakin tertarik dengan ceritanya. Tiap nonton "mi.. kenapa dia mi?", "bilang apa dia mi?". Hahahhahaha kasihan juga ya nonton tapi tidak paham apa yang ditonton. Berhubung ada fitur untuk alih bahasa, akhirnya saya pilih Bahasa Indonesia.


Image Source: i.pinimg.com

Sejauh pendampingan saya, tayangan-tayangan di channel Disney Junior ini banyak juga yang bagus dan tetap ada manfaatnya. Harus dipilih karena ada juga beberapa yang tidak mendidik sama sekali.


Image Source: i.pinimg.com. Salah satu favorit Raline.

Kembali ke masalah Bahasa, saya perhatikan sejak menonton tayangan yang dialihkan ke bahasa Indonesia, gaya bicara Raline ada perubahan: Baku.

"Mi, bisakah memi membantuku ambilkan susu?"

"Ooh, telima kasih kadonya, memi... ini membuatku kaget"

"Jangan ketawa, itu tidak lucu memi!" (Raline mulai tidak suka ditertawakan, padahal tingkahnya kadang seperti pelawak hahaha)

"Kenapa memi pipis lama sekali? Aku melindukan memi" (Drama Queen. And the award goes to...) 

"Aku tidak mau makan lagi selamanya selamanya" (lalu beberapa menit kemudian minta makan)

"Bisakah memi menemaniku main sepeda?"

"Raline, bantuin memi rapihin kamar yuk", dia jawab: "wow mi.. ide yang bagus, aku setuju!"

Tidak selalu seperti itu sih moms, tapi dalam 1 hari pasti ada beberapa percakapan yang baku dan membuat orang sekitar bertanya "siapa yang ajarin ngomong baku gitu?". Apakah saya terganggu dengan gaya bahasa yang sangat baku ini? Hmm.. tidak terlalu, lebih baik baku daripada kasar kan?

Tetap hati-hati ya moms jika memutuskan menonton tayangan yang didubbing ke Bahasa Indonesia, karena walaupun dinyatakan kontennya aman untuk anak-anak tapi ada bahasa yang tidak baik ditiru oleh anak. Contohnya dalam salah 1 tayangan di Disney Junior, tokoh dalam film sedang melakukan kegiatan dan membuat kesalahan lalu dia berkomentar "ohh... betapa bodohnya aku". Tentunya kita tidak mau anak meniru menilai dirinya bodoh hanya karena kesalahan kecil. 

Jadi, batasan waktu dan pendampingan tetap sangat penting. Membantu anak memahami makna dibalik cerita, bisa sangat bermanfaat. Namun, jika tayangan tidak mendidik lebih baik tidak perlu ditonton sama sekali. Matikan TV, jangan mengalah dengan rengekan anak. Bayangkan, jika dari segi bahasa saja bisa berdampak demikian, bagaimana dengan adegan-adegan yang stimulusnya bersifat sangat kuat?

Catch up later on my next post :)