Tren anak balita bersekolah sejak dini telah ramai terjadi sejak beberapa tahun terakhir, meskipun ada beberapa perbedaan pendapat mengenai hal ini, namun hal tersebut tidak mengurangi minat beberapa orang tua untuk menyekolahkan anaknya sejak dini. Apabila anda memiliki anak yang berusia balita dan anda merasa kebingungan apakah anda harus mengikuti tren ini atau tidak? Ada baiknya anda pelajari terlebih dahulu penjelasan mengenai kebutuhan anak usia dini untuk bersekolah di bawah ini.

Sekolah Usia Dini, Apakah Itu?

Bersekolah merupakan salah satu sarana bagi anak untuk berkembang secara optimal. Banyak aktifitas di sekolah yang dapat mendukung tumbuh kembang anak agar dapat berjalan sesuai track, seperti mengenal lingkungan di luar rumah, bersosialisasi dengan teman sebaya dan sebagainya. Namun, tidak semua anak usia balita memerlukan sekolah sejak dini. Hal ini tentu bergantung pada kebutuhan dari anak itu sendiri, apabila anak anda sudah memiliki lingkungan yang mendukung untuk menstimulasi tumbuh kembangnya, maka bersekolah belum menjadi prioritas bagi anak anda. Karena apabila anda memaksakan anak yang sudah terpenuhi kebutuhan sosial dan stimulasinya untuk bersekolah, anda hanya akan membuat anak anda merasa jenuh dan bosan ketika masuk ke sekolah formal kelak.


Lain halnya apabila anak anda tidak mendapat cukup stimulasi atau tidak berada pada lingkungan yang mendukung tumbuh kembangnya. Misalnya anak anda tinggal di komplek yang terdiri dari sedikit anak kecil sehingga waktunya banyak habis di dalam rumah untuk menonton televisi. Tentu tidak ada salahnya memasukan anak anda ke dalam Play Group atau Kelompok Bermain, agar dia bisa bertemu dan bermain dengan teman-teman sebayanya.

Selain faktor lingkungan dan kecukupan stimulasi, sebelum memutuskan anak anda untuk bersekolah di usia dini, anda juga harus memperhatikan kesiapan anak anda. Kesiapan ini dapat kita lihat dari berbagai indikator seperti:
Anak sudah memiliki kemampuan motorik yang baik, misalnya ia sudah mampu berjalan secara seimbang, meloncat dan sejenisnya.
Anak punya rasa ingin tahu yang tinggi, hal ini ditunjukan melalui banyaknya pertanyaan yang ia lontarkan mengenai hal-hal di sekitar dia.
Anak sudah mampu lepas dari orang tua, indikator ini menunjukan bahwa anak sudah siap bergabung dengan lingkungan di luar lingkungan sehari-harinya.
Anak sudah paham instruksi, hal ini menunjukan bahwa kemampuan berpikir anak sudah cukup matang.