Ibu, Aku Lapar

Kalau tangisan bayimu yang rendah, berirama, dan berulang-ulang, diikuti dengan aksi menggemaskannya yang memasukkan jari jemari kedalam mulutnya ataupun gerakan bibir dan lidah mungilnya yang menghisap, itu artinya ia sedang lapar, Beautynesian! Segera diberikan susu ya, ladies, karena jika kamu baru memberikannya susu setelah tangisannya berlangsung cukup lama, ia mungkin akan tersedak dan membuatnya menangis semakin kencang.
 

source: https://family.fimela.com/bayi-balita/tumbuh-kembang/5-arti-tangisan-bayi-yuk-pahami-131218d-page1.html



Aku Bosan, Mama

Tidak hanya orang dewasa, bayi mungil juga bisa bosan lho, Beautynesian. Jenis tangisan bayi satu ini termasuk unik, ladies. Pertama-tama, bayimu akan mengeluarkan suara seperti dengkuran agar mendapatkan perhatianmu, kemudian ia berubah menjadi rewel karena perhatian yang inginkan tidak didapat. Selanjutnya, tangisannya bertransformasi menjadi tangisan keras/marah disertai nada merengek yang seolah-olah mengungkapkan, “Mama, aku bosan, kenapa kamu enggak memperhatikan aku disini?” Nah, kalau sudah begini, kamu harus segera menimang si mungil dan bermain dengannya, ladies!
 

source: http://www.huffingtonpost.com/marco-gonzalez/dont-act-like-you-dont-hear-the-baby-crying_b_5663972.html
baca juga



Bunda, Aku Enggak Nyaman dan Letih

Kalau bayimu mengeluarkan tangisan yang terus-terusan dan berubah menjadi tangisan yang histeris berarti bahwa si kecil tidak nyaman dengan kondisinya lho, ladies, misalnya popoknya yang sudah terlalu basah atau ia tidak nyaman di posisinya. Tidak hanya itu, jika jenis tangisan seperti ini disertai dengan tingkahnya yang menguap, menarik telinga, atau mengucek matanya, itu bearti ia sudah lelah dan ingin segera tidur, ladies. Tentunya kamu harus segera memeriksa kondisi popoknya atau memperbaiki posisinya dan berusaha membantu menidurkannya, bukan?
 

source: http://www.kevinmd.com/blog/2013/06/letting-infant-cry-hurt-baby.html



Aku Sakit, Mami

Saat sedang sakit, bayi juga bisa mengekspresikannya melalui tangisan lho. Jika tangisannya hanya berupa rewelan lemah dan sengau, dengan nada suara yang rendah, yang seperti menunjukkan bahwa ia tidak memiliki energi lebih untuk meningkatkan volume suara tangisannya, itu bisa menunjukkan bahwa ia sedang sakit, ladies. Untuk meastikannya, kamu juga bisa memeriksa kondisi tubuh bayimu, apakah ia mengalami gejala-gejala sakit seperti demam, diare, pilek, muntah, dan ruam, ataupun sesuatu yang berbeda dari biasanya. Jangan ragu untuk membawa si kecil ke dokter ya ladies!

source: http://cachchuahoimieng.com.vn/p/cach-dieu-tri-roi-loan-tieu-hoa-o-tre-em.html