1. Proses Seleksi dan Konsultasi


Saat memutuskan untuk menjalani program bayi tabung, tentunya pasangan perlu menyeleksi klinik bayi tabung berdasarkan tingkat keberhasilan dan budget yang dimiliki. Setelah itu, pasangan dapat bertemu dengan dokter dan melakukan konsultasi. Di tahap ini, dokter akan memberikan syarat-syarat prosedur bayi tabung yang harus dipenuhi, dan menganalisa kondisi pasangan. Tak hanya itu, ini adalah saat yang tepat bagi pasangan untuk bertanya sebanyak-banyaknya terkait program bayi tabung. Dengan serangkaian informasi baru ini, keduanya dapat mempertimbangkan kesiapan mereka untuk menjalani program bayi tabung.
source: https://pregprep.com/guide-preconception-visit/



2. Pemeriksaan Awal


Apabila keduanya merasa siap untuk melakukan ogram ini, akan dilakukan pemeriksaan awal. Pemeriksaan ini berguna untuk menentukan faktor-faktor yang akan berpengaruh dalam program bayi tabung, misalnya siklus menstruasi, atau keberadaan kista yang menempel di ovarium.

source: https://health.detik.com/read/2014/03/12/173414/2523776/775/3/ini-dia-tahapan-prosedur-bayi-tabung
baca juga



3. Pematangan Sel Telur dan Pengambilan Sperma


Untuk mendapatkan sel telur yang dapat dibuahi, calon ibu akan diberi obat kesuburan dalam bentuk hormon untuk memperbanyak produksi sel telur dalam tubuh. Dengan demikian, probabilitas atau kemungkinan sel telur yang dapat dibuahi secara in-vitro pun semakin banyak.

Selama masa ini, perkembangan sel telur akan terus dipantau oleh dokter lewat USG dan tes darah. Pasalnya, dokter harus memberikan satu kali suntikan hormon pada waktu yang tepat untuk mempercepat pematangan sel telur. Apabila dilakukan terlalu dini atau terlalu akhir, maka hasilnya tak akan sempurna.

Ketika sel telur sudah matang, maka akan dilakukan pengambilan sel telur dengan bantuan USG transvaginal. Di saat yang sama, kemungkinan calon ayah akan diminta untuk memberikan semen yang mengandung sperma.

source: http://www.montereybayivf.com/infertility-services/ivf-process/ultrasound-monitoring-during-ivf-cycle/



4. Proses Pembuahan In-VItro


Sebelum proses pembuahan, akan dilakukan seleksi untuk memilih sel telur dan sperma yang kondisinya paling baik. Sperma pun akan dipisahkan dari zat-zat lain yang terkandung dalam semen. Setelah itu, ribuan sperma akan ditempatkan bersama sel telur dalam sebuah wadah. Apabila calon ayah memiliki masalah kesuburan atau kualitas sperma yang kurang baik, ada kemungkinan sperma perlu 'dibantu' untuk membuahi sel telur. Sperma perlu disuntikkan secara langsung ke dalam sel telur atau disebut dengan teknik intra-cytoplasmic sperm injection (ICSI).

Setelah pembuahan berhasil, maka perkembangan embrio akan dipantau secara ketat.

source: https://www.mountelizabeth.com.sg/facilities-services/centre-excellence/fertility
baca juga



5. Penanaman Embrio


Apabila telah memasuki fase tertentu dan dapat menempel di dalam rahim, maka embrio akan ditanamkan di rahim calon ibu. Sebelumnya, calon ibu akan diberi suntikan untuk mempersiapkan rahim menerima embrio. Cairan berisi embrio akan dipindahkan ke serviks, dan jumlahnya sangat tergantung dengan kualitas embrio hasil dari pembuahan. Dokter akan menanamkan lebih dari satu embrio, dan oleh karena itu program bayi tabung memiliki kemungkinan lebih banyak untuk melahirkan anak kembar.

Selanjutnya, perkembangan embrio dalam rahim akan terus dipantau, dan dokter akan memberikan obat pendukung pertumbuhan. Proses ini memakan waktu kira-kira satu bulan. Apabila tes kehamilan dengan testpack telah berhasil, artinya program bayi tabung telah berhasil. Pemantauan akan dilanjutkan dengan USG seperti pada inseminasi alami. 

source: http://www.anatoliaivf.com/ivf/embryo-transfer