Mengetahui perkembangan motorik halus anak sebenanrnya tidak sulit untuk dilakukan. Pada dasarnya motorik halus pada anak adalah sebuah fenomena daya gerak yang dominan pada penggunaan otot-otot halus atau bagian-bagian tubuh tertentu seperti jari, pergelangan tangan, mata, kaki dan pergelangan kaki. Oleh karena itu melakukan gerakan dengan anggota tubuh tersebut tidak memerlukan tenaga yang banyak, namun memerlukan koordinasi gerak tubuh yang seimbang antara mata dan tangan atau mata dan kaki. Semakin baik motorik halus anak kamu, maka anak kamu akan lebih bebas untuk berkegiatan atau berkreasi dengan dirinya sendiri, sehingga rasa percaya diri mereka akan naik dan merasa senang.

Ada beberapa cara untuk mengetahui perkembangan motorik halus anak dengan mudah. Bagi kamu yang masih bingung untuk melihat gejalanya nah simak baik-baik pembahasan yang berikut ini!

 

Usia Balita

Tanda-tanda seorang anak sudah memulia fase perkembangan motorik halus pada usia balita adalah ketika anak kamu sudah mulai melakukan hal-hal dasar dengan kekuatan sendiri seperti merangkak, memegang sendok untuk makan, bermain dengan mainan memeluk guling dan berbagai kegiatan dasar lainnya.

source: https://www.penabiru.com


 

baca juga

Usia 2 Sampai 3 Tahun

Jika anak kamu memasuki usia 2-3 tahun, maka tingkat gerakan yang akan mereka lakukan akan lebih berbahaya dan berisiko karena adanya keberanian yang mulai muncul pada diri anak untuk melakukan sesuatu yang membuatnya puas atau senang.

source: https://www.vemale.com


 

Usia 4-5 Tahun

Memasuki usia 4-5 tahun maka tingkat gerakan yang dilakukan oleh anak akan semakin berbahaya dan bersiko. Semakin lancarnya gerakan otot halus yang anak kamu lakukan, maka akan semakin aktif dan banyak gerakan yang mereka akan lakukan.

source: http://www.filipinostarnews.net

Dengan demikian, yang harus kamu lakukan adalah selalu memantau kegiatan main anak kamu dengan baik agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan. Satu hal lagi yang sangat penting untuk kamu ketahui adalah jangan terlalu banyak melarang anak kamu untuk melakukan sesuatu dengan alasan berisiko, karena hal tersebut akan sangat mempengaruhi kepercayaan diri anak kamu. So, mulailah untuk men-support anak kamu dalam kegiatannya dan jangan lupa untuk memperhatiakan dan menjaganya dengan baik.