1. Berhubungan Intim

Pada dasarnya, berhubungan intim pada saat hamil tidak dilarang, bahkan lebih dianjurkan pada waktu-waktu tertentu. Akan tetapi, pastikan kamu dan pasangan tetap harus memerhatikan kondisi istri yang sedang hamil. Faktanya, berhubungan intim yang terlalu sering dan ‘kasar’ dapat menyebabkan terjadinya pembengkakan pada area vagina. Hal ini disebabkan karena dinding vagina yang semakin lembut dan sensitif akibat perubahan hormon yang terjadi. Sebaiknya perlu diperhatikan intensitas dan cara berhubungan intim untuk memghindari terjadinya pembengkakan pada vagina.
 

source: http://homehealthbeauty.in/


 


2. Infeksi Jamur dan Bakteri

Selain karena berhubungan intim, vagina yang membengkak juga diakibatkan oleh infeksi jamur dan bakteri. Pembengkakan ini biasanya juga disertai dengan adanya keputihan dan iritasi yang menimbulkan rasa gatal. Oleh karena itu, perlu diperhatikan kebersihan area vagina agar terhindar dari infeksi jamur.
 

source: https://www.medicalnewstoday.com/


 

baca juga


3. Alergi

Kemudian, kamu juga perlu mencurigai indikasi adanya alergi sebagai penyebab vagina yang membengkak. Alergi pada vagina dapat disebabkan oleh penggunaan produk untuk vagina saat berhubungan seperti pelumas, pengharum vagina, atau kondom. Terjadinya alergi pada vagina ditandai dengan vagina bengkak, merah, dan iritasi. Segera periksakan ke dokter apabila hal itu terjadi.
 

source: https://www.glamour.com/


 


Perubahan Hormon

Terakhir, jika ketiga hal di atas bukan merupakan penyebab dari membengkaknya vagina, bisa jadi pembengkakan yang kamu alami disebabkan oleh perubahan hormon kehamilan. Perubahan hormon ini berdampak pada aliran darah yang mengalir lebih deras pada bagian tubuh tertentu termasuk vagina. Jika hal ini terjadi, kamu tidak perlu khawatir karena semua akan kembali normal setelah persalinan.
 

source: http://www.goodtoknow.co.uk/


Nah, itulah empat penyebab yang mungkin mengakibatkan area vaginamu membengkak selama hamil. Jika pembengkakan juga diikuti rasa sakit dan nyeri, segera konsultasikan kondisimu pada dokter, ya!