Kecerdasan Pada Anak

Saat tumbuh mulai dari bayi, balita, hingga anak-anak, setiap manusia mengalami perkembangan dan pertumbuhan yang sangat signifikan. Tanpa disadari, hal ini sangat berpengaruh pada karakter dan masa depan dari seseorang. Itulah sebabnya sebagai orang tua Moms perlu memperhatikan keseimbangan dalam melatih beragam aspek kecerdasan anak.
 

Pentingnya Adversity Quotient Pada Anak, Apa Itu?
source: http://www.thefinder.com.sg/


 


IQ, EQ dan SQ

Kebanyakan masyarakat lebih familiar dengan tiga jenis kecerdasan di atas sebagai penentu karakter dan kesuksesan seseorang di masa depan. IQ merupakan kecerdasan intelektual, EQ untuk kecerdasan emosional, dan SQ sebagai pengukur kecerdasan spiritual. Ketiganya memang memiliki peran besar dalam kehidupan seseorang. Akan tetapi, ada satu lagi kecerdasan yang tidak boleh luput dari perhatian orang tua, yaitu kecerdasan dalam menghadapi kesulitan atau hambatan yang lebih populer dengan sebutan AQ (Adversity Quotient).
 

Pentingnya Adversity Quotient Pada Anak, Apa Itu?
source: http://www.thefinder.com.sg/


 

baca juga


Adversity Quotient

Dalam menjalani kehidupan, seseorang pasti tidak akan pernah luput dari yang namanya hambatan dan permasalahan. Itulah sesuatu hal nyata yang pasti dihadapi untuk menggapai sesuatu yang diinginkan. Seringkali orang beranggapan bahwa kecerdasan intelektual sudah cukup untuk melancarkan nalar seseorang dalam memecahkan masalah, atau mungkin kecerdasan emosi dan spiritual yang membuatnya lebih bisa menahan diri. Padahal, tidak dari semua itu berfungsi langsung pada penanganan hambatan.
 

Pentingnya Adversity Quotient Pada Anak, Apa Itu?
source: http://www.thefinder.com.sg/


Adversity Quotient merupakan kecerdasan seseorang dalam menghadapi permasalahan hidup. Dengan kata lain, AQ merupakan bentuk kemampuan atau daya tahan seseorang saat sedang menghadapi masalah. Tentu, masalah dan kondisi yang dihadapi merupakan sebuah peristiwa yang tidak mengenakan atau tidak menyenangkan. Di sisi lain, masalah bisa juga berarti situasi yang penuh tekanan sehingga membutuhkan motivasi dalam diri untuk bisa lepas dan menyelesaikan masalah ini.
 


Mengingat persaingan dunia semakin ketat, sebagai orang tua kita harus mampu melatih dan mendidik buah hati untuk mampu bertahan dalam beragam situasi dan kondisi yang tidak menyenangkan. Anak yang mudah putus asa merupakan tanda bahwa ia memiliki ketahanan yang kurang dalam menghadapi sebuah masalah. Ketahanan ini dapat dilatih dengan meningkatkan kemampuan untuk tenang dan sabar, serta mampu dan mau menghadapi kesulitan tanpa emosi, melainkan dengan kepala dingin.
 

Pentingnya Adversity Quotient Pada Anak, Apa Itu?
source: https://momsecure.com/


Itulah sebabnya, sebagai orang tua, kita harus memperhatikan tumbuh kembang dan karakter buah hati. Perhatikan cara ia berkomunikasi, mengungkapkan emosi, dan menghadapi masalah. Dengan begitu, kita dapat segera mengetahui apa kekurangannya dan segera melatih dan mendidiknya untuk menjadi seseorang yang lebih baik.