1. Riwayat Kehamilan

Riwayat kehamilan memiliki peran penting, apakah kamu akan melahirkan bayi prematur atau normal. Misalnya, kamu pernah melahirkan bayi prematur sebelumnya, pernah keguguran, dan melakukan aborsi, maka kemungkinan besar kamu juga akan melahirkan bayi prematur untuk anak selanjutnya. 

source: http://www.weqas.com

2. Jarak kehamilan

Jarak kehamilan tidak kalah penting lho Moms, karena jarak kehamilan yang terlalu dekat ternyata dapat meningkatkan riisko kelahiran bayi prematur. Berdasarkan sebuah penelitianmenemukan bahwa, sebanyak 50% wanita dengan jarak kehamilan 1 tahun, akan melahirkan pada minggu ke 39. Para peneliti mengungkapkan jarak minimal untuk kehamilan berikutnya yakni sekitar lebih dari 18 bulan. Penting bagi kamu dan pasangan untuk mengatur jarak kehamilan antara anak pertama, kedua, dan selanjutnya.

source: http://whatsupusana.com
baca juga

3. Kondisi janin

Faktor lain bayi lahir prematur juga disebabkan oleh kondisi janin kamu. Meliputi, pertumbuhan janin terhambat, infeksi dalam kandungan, dan simpul tali pusat yang bisa menghambat pertumbuhan bayi di dalam kandungan.

source: https://dedaunan.com

4. Depresi

Ibu hamil yang mengalami depresi akan meningkatkan risiko prematur sebesar 30% hingga 40%. Peningkatan risiko kelahiran prematur ini ternyata juga disebabkan oleh ayah yang depresi. Tidak hanya ibu, ayah yang depresi juga bisa menyumbangkan risiko bayimu lahir prematur Moms. Kelahiran prematur disebabkan oleh depresi ayah bisa meningkatkan risiko hingga 38%.

source: http://www.healthacker.com
baca juga

5. Merokok

Kelahiran bayi prematur juga bisa disebabkan oleh gaya hidup ibu yang tidak sehat seperti merokok, minum-minuman keras, serta konsumsi obat terlarang. Ibu yang tidak merokok juga sebaiknya menghindar jadi perokok pasif atau menghisap asap rokok dari perokok. Hal ini disebabkan, zat nikotin pada rokok dapat mengurangi oksigen yang diterima bayi dan membuat pertumbuhan menjadi terhambat Moms.

 

source: http://www.crecerfeliz.es