Faktor Susu

Bayi dengan ASI eksklusif atau bayi yang hanya meminum ASI biasanya memang memiliki pola BAB yang jarang, rata-rata 3-5 hari sekali. Hal ini wajar karena ASI mudah dicerna sehingga hampir semuanya diserap tubuh dan hanya meninggalkan sedikit sisa. Lain halnya dengan bayi yang sudah diberikan susu formula. Kandungan yang berbeda antara ASI dan susu formula, dapat membuat bayi mengalami sulit buang air besar karena feses menjadi lebih keras dan susah untuk dikeluarkan.
 

Si Kecil Belum BAB Berhari-hari? Jangan Panik Moms, Mungkin Ini Penyebabnya!
source: https://www.motherandbaby.co.uk/


 


Makanan Padat

Peralihan saat bayi mulai mengkonsumsi makanan padat biasanya akan membuat ia kesulitan untuk BAB. Hal ini wajar, karena makanan padat lebih sulit dicerna oleh ususnya, sehingga kotoran yang keluar akan lebih lama. Untuk mengatisipasi hal ini, berikan makanan yang kaya akan serat.
 

Si Kecil Belum BAB Berhari-hari? Jangan Panik Moms, Mungkin Ini Penyebabnya!
source: http://cdn.sheknows.com/


 

baca juga


Bayi Dehidrasi

Dehidrasi adalah kondisi ketika tubuh kehilangan banyak cairan. Tidak hanya terjadi pada orang dewasa, dehidrasi bisa juga terjadi pada bayi. Kekurangan cairan pada bayi dapat mengganggu kerja dari sistem perncernaannya dan membuat feses menjadi keras. Itulah penyebabnya bayi akan sulit untuk buang air besar. 
 

Si Kecil Belum BAB Berhari-hari? Jangan Panik Moms, Mungkin Ini Penyebabnya!
source: http://www.tribunnews.com/


 


Kondisi Kesehatan

Secara umum, penyebab yang perlu diantisipasi lebih lanjut jika bayi BAB tidak teratur adalah kondisi kesehatannya. Meski jarang terjadi, ada beberapa penyakit yang dapat membuat bayi sulit untuk buang air besar, seperti hipotiroid, alergi pada makanan atau gangguan sistem pencernaan dari lahir. 
 

Si Kecil Belum BAB Berhari-hari? Jangan Panik Moms, Mungkin Ini Penyebabnya!
source: https://www.littleones.co/


Moms, itulah 4 penyebab bayi sulit untuk buang air besar. Apabila penyebabnya sudah dihindari namun bayi Moms tidak mengalami perubahan, segera periksakan bayi ke dokter spesialis anak, agar dapat penanganan lebih lanjut.