1. Hitung Sejak Usia Bayi Lahir 

Pertama, Moms harus menghitung berdasarkan usia kronologis, yaitu usia bayi yang dihitung mulai dari saat hari ia dilahirkan. Cara menghitung usia ini adalah dari jumlah hari, minggu dan tahun sejak ia lahir. Misalnya, si kecil lahir pada usia kehamilan 34 minggu, sehingga bayi masih kurang 6 minggu (dari 40 minggu) untuk bisa lahir cukup bulan. Jika saat ini si kecil berusia 6 bulan (24 minggu), maka usia anak Moms sebenarnya adalah 24 minggu – 6 minggu = 18 minggu atau 4,5 bulan. Usia kronologis ini digunakan untuk ketika anak akan merayakan ulang tahunnya dan saat akan memberikan ia imunisasi.

source: https://www.babycenter.com

2. Usia Koreksi

Buat Moms yang belum paham usia koreksi, yaitu usia kronologis bayi prematur dikurangi jumlah minggu atau bulan saat bayi dilahirkan lebih awal. Misalnya, anak usia satu tahun yang lahir 3 bulan lebih awal berarti memiliki usia koreksi 9 bulan. Usia koreksi biasanya digunakan untuk memantau tumbuh kembang bayi, dan menghitung kebutuhan gizinya. Sebagai contoh, misalnya bayi lahir 33 minggu, saat ini usia kronologis/usia kalender 60 hari (8 minggu 4 hari). Maka usia koreksinya : 33 + 8 minggu 4 hari – 40 minggu = 1 minggu 4 hari. Kemampuan bayi prematur disejajarkan dengan bayi cukup bulan berdasarkan usia koreksi. Usia koreksi ini diperhitungkan hanya sampai 2 tahun saja.

source: https://uk.style.yahoo.com
baca juga

3. Usia Gestasi

Usia gestasi merupakan usia kehamilan atau usia gestasi (gestational age) adalah ukuran lama waktu seorang janin berada dalam rahim. Usia janin dihitung dalam minggu dari hari pertama menstruasi terakhir (HPMT) ibu sampai hari kelahiran. Usia ini dihitung dari hari pertama haid terakhir ibunya sampai hari dilahirkan. Misalnya, usia kehamilan 30 minggu 3 hari, daripada disebutkan 7-8 bulan. Jika bayi lahir pada usia kehamilan 30 minggu, maka usia gestasi adalah 30 minggu. 

source: http://Sheknows.com