Masa kanak-kanak merupakan masa dimana otak sedang melalui masa pertumbuhan otak yang optimal, karenanya para orang tua perlu memperhatikan cara belajar dan mengasah kemampuan si kecil. Salah satu cara untuk membantu anak-anak belajar dan mengenal lingkungan sekitarnya yaitu dengan mainan.

Beragam mainan pun kini tersedia untuk mengasah kemampuan sensorik dan motorik si kecil, tapi jenis apa yang tepat untuk usia bayi hingga anak-anak ya? Berikut beberapa tips memilih mainan untuk anak. Apa saja itu? Simak yuk moms.
 

source: http://www.demo.dr-webshops.de/de/kinder_1/



 

Bayi 0-6 Bulan

Pada usia ini, bunda bisa memberikan mainan yang merangsang panca indera anak, seperti mainan yang lembut untuk disentuh (misalnya boneka), mainan yang bertekstur (bola karet bertekstur), mainan yang menghasilkan suara (kerincingan), atau mainan yang bisa digenggam/diremas.



Bayi 7-12 Bulan

Mainan sederhana yang bisa digunakan untuk melatih otak sudah bisa diberikan pada usia ini, seperti balok-balok kayu. Selain itu, bunda bisa juga memberikan mainan yang dimainkan menggunakan tenaga, seperti mainan yang bisa didorong, bola besar, dan mobil-mobilan. Mainan peraga seperti boneka atau bebek karet juga boleh lho diberikan pada anak usia 7-12 bulan ini.
 

baca juga




Bayi 1 Tahun

Sedikit lebih advance, mainan peraga (mainan telepon, mainan masak-masakan, boneka), mainan dengan suara/lagu, mainan yang ditekan, didorong, digeser (balok kayu, bola), serta buku dengan berbagai ilustrasi bisa diberikan untuk anak usia 1 tahun.



Balita 2 Tahun

Pada usia ini, mainan problem solving yang mendorong anak untuk memecahkan masalah mulai bisa diperkenalkan pada anak, misalnya puzzle dengan warna, atau mainan mencocokkan bentuk. Selain itu, krayon untuk menggambar, instrumen musik, dan lagu juga cocok untuk anak usia ini.
 



Anak 3-6 Tahun

Semua mainan yang diberikan pada anak usia bayi hingga balita bisa diberikan pada usia ini, tentunya dengan tahap yang lebih sulit. Misalnya puzzle yang terdiri dari >20 potongan, mainan balok dengan struktur yang lebih rumit, peralatan menggambar dengan cat air dan kuas, lilin atau clay mainan, instrumen ritmik, alat musik, buku dengan lebih banyak kata, sepeda, hingga mainan interaktif pada gadget.