Ruam popok pada bayi biasanya dialami bayi pada dua tahun pertama, terutama saat ia berusia sembilan bulan hingga satu tahun. Namun, bayi tetap berisiko mengalami ruam popok selama ia masih masih menggunakan popok. Bayi yang mengalami ruam popok kulitnya akan tampak kemerahan disekitar lipatan paha, paha, bokong dan juga alat kelamin.

Kondisi tersebut membuat bayi semakin rewel, terlebih lagi saat bagian yang mengalami ruam tertutup popok, tersentuh dan juga saat dibersihkan. Walaupun tidak berbahaya, namun sebaiknya para orangtua mengetahui penyebab ruam popok pada bayi agar dapat dicegah.

 

source: http://prikormrebenka.ru/kak-sbit-vysokuyu-temperaturu-vodkoj-mozhno-li-rastirat-ej-rebenka/



Berikut ini adalah penyebab bayi mengalami ruam popok:

  1. Salah satu penyebab ruam popok pada bayi yang paling sering terjadi biasanya karena kulit bayi terlalu lama bersentuhan dengan urine dan tinja. Kulit bayi yang masih sangat sensitif akan langsung mengalami iritasi saat urine dan tinja terlalu lama berada di dalam popok.
  2. Popok yang terlalu ketat akan memicu terjadinya gesekan dan lecet pada kulit bayi. Karena itu sebaiknya para orangtua memiliki ukuran yang memang pas dengan bayi. Jangan terlalu kecil dan juga besar.
  3. Tidak cocok dengan produk bayi juga dapat menjadi pemicu terjadinya ruam popok pada bayi.
  4. Bayi yang sedang mengonsumsi antibiotik juga rentan mengalami ruam popok. Mengapa? Karena bakteri alami yang memang berfungsi untuk menjaga pertahanan kulit juga akan ikut mati, sehingga ruam popok bisa terjadi akibat infeksi jamur atau bakteri.
  5. Kulit yang tertutup popok cenderung lebih lembap yang menjadi pemicu peningkatan tumbuhnya bakteri dan jamur, sehingga bayi akan lebih rentan terserang ruam popok. Oleh karena itu, disarankan agar bayi tidak selalu menggunakan popok. Biarkanlah kulit bayi bernapas.
  6. Bentuk tinja serta frekuensi buang air besar pada bayi akan mengalami perubahan saat ia sudah mulai mengonsumsi makanan padat dan kondisi tersebut dapat memicu terjadinya ruam popok.

 
source: https://www.dechko.bg/novorodeno/Zdrave/Koliki/
baca juga



Umumnya ruam popok bayi pada bisa diatasi dengan cara sederhana yang dapat ibu lakukan di rumah. Namun, ibu harus membawa bayi segera ke dokter jika ia menunjukkan tanda-tanda berikut:

  1. Demam
  2. Lecet pada daerah popok
  3. Bengkak
  4. Keluar cairan dari ruam
  5. Ruam semakin memburuk
  6. Kemerahan yang tidak wajar
  7. Ruam berubah menjadi infeksi ragi
  8. Bayi merasa sakit ketika dipakaikan popok.

 
source: http://tmdkl.te.ua/post/view/vsesvitniy-den-ditini-ta-den-pediatra



Menjaga kesehatan kulit bayi sangatlah penting agar ia tetap merasa nyaman salah satunya adalah dengan mencegah bayi mengalami ruam popok dengan selalu menjaga kebersihan sekitar kulit yang tertutup popok.