1. Prestasi Sekolah Menurun

Tak hanya meninggalkan rasa sedih dan terpukul, menurut beberapa penelitian, anak-anak yang menjadi korban perceraian seringkali mengalami masalah perilaku yang kemudian berdampak buruk pada kemampuan akademik mereka. Tanda-tanda akan mulai muncul ketika anak malas-malasan untuk belajar dan berujung pada penurunan nilai akademik mereka. Hal ini terjadi karena psikologi anak terganggu, di mana ia merasakan kesedihan yang mendalam akibat perpisahan orangtuanya. 

source: https://freepik.com

2. Kesehatan Anak Terganggu

Ketika seorang anak melihat orang tuanya tak lagi berada dalam satu rumah yang sama, maka rasa sedih akan selalu mengikutinya. Hal ini akan berpengaruh kepada kesehatan si kecil seperti, susah makan sehingga kondisi kesehatannya semakin menurun. Karena seperti diketahui kesehatan fisik seorang anak dipengaruhi mental dan perasaan mereka. Jadi, sebisa mungkin jka perceraian tidak dapat dihindari, tetaplah kompak menjadi orang tua untuk kebahagiaan anak. 

source: https://freepik.com
baca juga

3. Anak Menjadi Depresi

Ketika seorang anak yang menjadi korban perceraian orangtuanya, maka hal pertama yang akan melanda adalah sedih depresi. Perasaan tidak terima, perasaan tidak senang dan tidak sesuai merupakan masalah yang menyebabkan depresi. Hal ini karena kegagalan rumah tangga orang tuanya menyebabkan anak menjadi stres. Belum lagi jika ia mendapatkan ejekan atau bullying dari teman-teman sekitar. 

source: https://freepik.com

4. Anak Tidak Mau Bergaul 

Perceraian orang tua mampu menimbulkan trauma mendalam dan berkepanjangan bagi anak-anak. Bisa jadi mereka menjadi pribadi yang tidak mau bergaul dan merasa apatis dengan sebuah hubungan, serta menganggap bahwa hubungan bukanlah hal yang penting. Jika perceraian memang jalan keluar satu-satunya bagi moms dan pasangan, namun tetaplah prioritaskan anak agar ia tidak tumbuh menjadi pribadi yang selalu dibayang-bayangi dengan kegagalan orang tuanya. 

source: https://freepik.com