1. Anak Akan Merasa Malu

Aib yang dibuat orang tua yang berselingkuh akan memberikan dampak yang serius bagi anak, terutama psikisnya. Anak akan merasakan malu dan menghindar jika bertemu orang lain, misalnya tetangga sekitar. Ia akan merasa bahwa apa yang sudah dilakukan orang tuanya membuat ia malu dan tak jarang teman-teman sekitar mengejek dan mengucilinya. 

 

Orang Tua Selingkuh, Ini Dampak Psikis Terhadap Anak
source: https://www.revistaprosaversoearte.com

2. Anak Kehilangan Semangat Belajar

Dampak psikis pada anak karena orang tua yang berselingkuh, tentunya memberikan 'pukulan' berat bagi si kecil. Sebelumnya ia memiliki keluarga yang bahagia, harmonis, dan selalu ada ayah dan ibu yang menemani ia belajar maupun bermain, kini sudah tidak ada lagi. Ia akan merasa sudah tidak ada lagi keceriaan dan semangat belajar. Hal ini akan menyebabkan kualitas belajar anak menurun bahkan enggan untuk sekolah. 

Orang Tua Selingkuh, Ini Dampak Psikis Terhadap Anak
source: http://www.lovebabyok.org
baca juga

3. Anak Menjadi Enggan Bergaul 

Biasanya anak-anak lain senang bermain dan belajar bersama teman-temannya. Namun, hal itu sudah tak akan ada lagi ketika sang anak mengetahui bahwa orang tuanya berselingkuh. Seketika sikap anak akan berubah seperti lebih memilih untuk tinggal sendiri dari pada bermain dengan teman-temannya. Hal ini ternyata juga dapat mempengaruhi pertumbuhan mereka lho Moms, karena anak terbebani dengan psikisnya yang terganggu. 

Orang Tua Selingkuh, Ini Dampak Psikis Terhadap Anak
source: https://epedagogika.pl

4. Trauma

Nah, ini adalah salah satu dampak psikis luar biasa yang akan dibawa hingga anak dewasa, yaitu trauma untuk menjalin sebuah hubungan dengan lawan jenis. Ketika anak sudah tumbuh dewasa, tentunya trauma perselingkuhan orang tua akan muncul tanpa anak sadari. Hal ini terjadi karena ketika sedang dalam masa pertumbuhannya, dia melihat bagaimana orang tuanya dikhianti sehingga akan muncul mind set bahwa apa yang dia lihat akan terjadi padanya.

Orang Tua Selingkuh, Ini Dampak Psikis Terhadap Anak
source: http://www.yurtopic.com