Memilih Mainan Sesuai Usia

Beragam jenis mainan dijual di pasaran. Sebagai orangtua, bijaklah memilih dan memilah mainan yang seusai dengan usia anak, agar anak dapat bermain dengan tenang tanpa kuatir membahayakan dirinya sendiri. Ada banyak mainan edukatif yang dibuat sesuai usia anak, dengan tujuan agar anak dapat bermain sambil belajar. Umumnya pada dus atau packaging mainan, terdapat batasan usia anak. Selain itu terdapat juga cara bermain dengan benar. Misalnya harus dimainkan oleh 2 orang atau harus didampingi orangtua, dan sebagainya.

source: http://www.tonfeb.com


 

Mainan Tidak Harus Mahal

Mainan yang dibeli tidak harus mahal atau berteknologi tinggi. Mainan harus berfungsi maksimal ketika dimainkan. Pilihlah mainan yang sederhana namun menyenangkan untuk anak. Mainan terbaik adalah mainan yang bersifat sederhana namun dapat dimainkan dengan banyak cara. Misalnya selembar kertas dengan crayon, anak akan belajar menggambar apa yang dia suka, walaupun hasilnya tidak terlalu baik. Namun anak merasa nyaman dan senang. Untuk anak yang lebih besar, lego adalah pilihan yang baik. Anak dapat membentuk apa saja sesuai dengan keinginannya. Demikian halnya dengan balok-balokan yang berwarna warni. Anak dapat menyusun dan memikirkan cara membuat sesuatu yang menarik.

source: http://www.growingyourbaby.com


 

baca juga

Mainan yang Mengasah Motorik

Dengan banyaknya mainan yang ditawarkan di pasaran, memberikan mainan yang bersifat edukatif adalah pilihan yang baik. Ada beberapa jenis mainan edkatif yang baik seperti lilin yang aman untuk anak. Lilin dapat dibentuk sesuai dengan motorik anak. Membentuk lilin juga memerlukan tenaga yang kuat sehingga anak terlatih secara motorik. Perlu bantuan orangtua sebagai pendamping untuk membentuk dan melatih motorik anak, sambil mengajarkan bentuk pada mereka.

source: https://www.familyeducation.com


 

Mainan yang Mengasah Logika dan Kreativitas

Anak yang cerdas dapat dilatih sejak dini. Hal ini dapat diterapkan dan dilatih melalui mainan. Pilihlah mainan yang dapat mengasah logika dan kreativitas anak, seperti misalnya pada puzzle. Banyak toko mainan menawarkan beragam puzzle yang lucu dan menarik. Sebaiknya membeli puzzle sesuai usia anak. Untuk anak yang kecil, orangtua dapat membeli puzzle yang sederhana dengan tokoh kartun yang menarik. Untuk anak yang lebih besar, orangtua dapat membeli puzzle yang lebih rumit. Dengan bermain puzzle, anak diajak berpikir dan melatih logika untuk menyelesaikan gambar menjadi satu kesatuan. Bermain kartu juga dapat dilakukan untuk anak yang lebih besar.

source: http://inhabitat.com


 

baca juga

Mainan yang Mengasah Imajinasi

Imajinasi anak sangat kuat dibandingkan dengan orangtua. Anak yang berimajinasi tentu baik, selama dalam batasan yang wajar. Anak dapat berimajinasi apa saja dengan apa yang dilihatnya. Mainan mahal belum tentu menajamkan imajinasi anak. Pilihlah mainan yang akan membuat imajinasi anak semakin terbentuk. Untuk anak yang sudah lebih besar, ada baiknya berdiskusi sebelum membeli mainan. Anak akan senang jika dilibatkan dalam sebuah diskusi yang positif. Memilih mainan untuk anak dengan tepat adalah pilihan yang bijak.

source: https://www.vemale.com


 

Memilih Mainan yang Berwarna Kontras dan Cerah

Pertimbangan selanjutya dalam memilih mainan adalah merangsang perkembangan anak dengan warna, untuk anak yang lebih kecil tentunya. Mainan yang berwarna cerah dan kontras pasti menarik perhatian anak. Mainan yang memiliki warna yang menyolok ini tentu juga dapat melatih indra pengelihatan anak, sehingga anak akan lebih cepat mengerti dan hafal terhadap warna. Orangtua juga dapat mengajarkan konsep warna sambil bermain. Bermain sambil belajar, tentu ini hal yang menyenangkan untuk anak.

source: https://cdn.bisnisukm.com


 

Hindari Mainan Berikut untuk Anak Bayi

Agar anak bayi (setidaknya berusia kurang dari 3 tahun) tetap nyaman dan tenang bermain, sebaiknya hindari mainan berikut:

  • Mainan yang bertepi tajam dan berat, karena dapat melukai anak dan temannya saat bermain
  • Mainan dengan ukuran sangat kecil, agar tidak tertelan pada anak
  • Mainan dengan tali, pita atau benang yang panjang, agar benda tersebut tidak melilit di leher anak
  • Mainan yang bergerak secara otomatis, seperti robot, senjata dan beberapa yang lainnya. Mainan jenis ini akan membuat anak menjadi kaget dan menjerit
  • Mainan yang menggunakan bahan berbahaya, seperti bahan kimia