Saat baru lahir awalnya bayi akan belajar mengenali suara, wajah dan sentuhan Ibu, hingga ia mulai mencoba untuk berkomunikasi dengan Ibu dan orang disekitarnya. Walaupun Si Kecil belum dapat berkomunikasi dengan Ibu melalui kata-kata. Namun, cara ia mengajak komunikasi, biasanya melalui tangisan atau senyuman.
 
Tetapi, seiring dengan pertumbuhannya ia akan mulai belajar bagaimana berkomunikasi dengan kata-kata. Proses perkembangan bahasa pada anak dibagi oleh dua tahap yaitu tahap pralinguistik dan tahap linguistik.


 

source: http://realbabyblog.blogspot.co.id/

1. Tahap Pralinguistik
Tahap pralinguistik adalah tahapan awal bayi berkomunikasi dari usia 0-1 tahun. Pada tahap ini, ia melakukan komunikasi dengan menangis, menjerit dan tertawa. Di bulan-bulan selanjutnya, ia sudah dapat mengoceh namun belum dalam kata-kata yang sebenarnya, seperti ooh, aah, da d a, ba ba.
baca juga



 

source: http://inhabitat.com/inhabitots/pretending-your-babys-babbling-makes-sense-can-make-him-smarter/


2. Tahap Linguistik
Bila pada tahap pralinguistik Si Kecil baru mulai belajar berbicara, maka pada tahap ini ia akan mulai bisa mengucapkan kata-kata yang menyerupai ucapan orang dewasa.

  • Usia 1- 3 Tahun
Bayi sudah mulai mengucapkan kata pertamanya walaupun belum dalam kalimat yang lengkap, seperti atit (sakit), agi (lagi), itut (ikut), dan lainnya. Pada usia tersebut 5 Star Kid memang terbilang masih sulit untuk mengucapkan huruf, seperti s, r, j, k, dan t.
  • Usia 3-5 Tahun
Perkembangan bahasa anak akan semakin meningkat. Kalau diusia sebelumnya, ia hanya dapat berkomunikasi dengan keluarganya. Diusianya yang menginjak 3 tahun, ia sudah dapat berkomunikasi dengan teman sebayanya dan mulai aktif memulai percakapan. Hal itu tentunya menambah pengetahuan dan perbendaharaan katanya.
  • Usia 5-6 Tahun

Pada usia 5-6 tahun perkembangan bahasa anak akan semakin meningkat. Ia sudah dapat membedakan kata kerja dan kata ganti, seperti makan, minum, mandi, pergi, aku, tidak, bukan, sudah, mau, dan lainnya. Ia juga sudah mampu untuk memberikan kritik, bertanya, menyuruh, memberitahu, dan lainnya.


Di usia yang masih kecil, Si Kecil akan lebih mudah menangkap segala hal yang Ibu ajarkan. Oleh sebab itu, sebaiknya Ibu mulai mengenalkan berbagai jenis bahasa, salah satunya adalah Bahasa Inggris agar semakin mudah baginya untuk menjadikannya bahasa sehari-hari selain Bahasa Indonesia. Bahkan, kemampuan berbahasa asingnya juga dapat meningkat rasa kepercayaan diri anak dikemudian hari.