Umumnya osteoporosis dialami oleh orang yang berusia 18 hingga 30 tahun. Namun, nyatanya anak-anak juga bisa mengalaminya. Walaupun jarang terjadi, tapi osteoporosis pada anak biasanya disebabkan oleh faktor tertentu, seperti penggunaan obat tertentu atau menderita penyakit lainnya.
 
Akan tetapi, perlu diketahui bahwa osteoporosis pada anak bisa menjadi masalah serius. Mengapa? Pasalnya pada usia anak-anak merupakan waktu yang optimal untuk pembentukan tulangnya dan umumnya dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti keturunan atau genetik dan gaya hidup terutama jumlah kalsium serta aktivitas fisik yang dilakukan si kecil.


Karena itulah, pentingnya para orangtua mengetahui tanda-tanda anak mengalami osteoporosis agar dapat segera dilakukan penanganan, seperti berikut:

  1. Timbul rasa nyeri pada beberapa bagian tubuh, seperti punggung bawah, lutut, pinggang, telapak serta pergelangan kaki.
  2. Bentuk tulang belakang tidak normal (abnormal) seperti terlihat membungkuk atau bahkan bengkok.
  3. Anak mengalami kesulitan berjalan.
source: http://www.emirates247.com/news/emirates/osteoporosis-prevention-starts-at-age-6-not-60-2014-10-17-1.566595
baca juga



Jika anak ibu menunjukkan tanda-tanda tersebut, tentu perlu diwaspadai dan segera diatasi dengan beberapa cara berikut ini agar si kecil dapat tumbuh sehat dengan bentuk tubuh yang normal.

  1. Melakukan terapi namun sebelumnya sebaiknya konsultasikan dahulu dengan dokter agar tidak salah.
  2. Memberikan motivasi atau dukungan kepada si kecil agar mau melakukan aktivitas fisik yang dapat membantu pertumbuhan tulangnya.
  3. Tidak melakukan hal yang dapat menyebabkan risiko terjadinya patah tulang seperti memanjat dan lainnya.
  4. Meningkatkan asupan kalsium si kecil setiap hari, seperti memberikan susu, keju, yoghurt, dan juga sayuran hijau.
  5. Tak ketinggalan juga untuk memenuhi kebutuhan vitamin D nya. Kamu dapat melakukannya dengan cara yang sederhana yaitu dengan mengajak si kecil bermain di luar rumah sebelum pukul 10 siang selama 30-60 menit setiap harinya agar mendapatkan sinar matahari.
  6. Mengurangi pemberian asupan kafein, seperti kopi, teh dan minuman bersoda juga dapat ibu lakukan untuk mengatasi masalah osteoporosis pada anak.
source: http://www.babycouture.in/blog/brain-boosting-foods-for-toddlers/


Itulah beberapa langkah mudah mengatasi osteoporosis pada anak yang harus segera ibu lakukan. Pasalnya jika tidak segera diatasi maka dapat menimbulkan dampak buruk unyuk pertumbuhan tulang si kecil kelak. Semoga membantu!