Hamil anggur terlihat seperti kehamilan normal dengan tanda-tanda yang juga sama seperti terlambat haid dan bahkan saat melakukan tes kehamilan hasilnya adalah positif. Namun, pada dasarnya ada yang perbedaan antara hamil anggur dengan kehamilan normal, seperti:

  1. Mual muntah yang berlebihan
  2. Terasa nyeri pada bagian panggul
  3. Keluar gelembung cairan anggur yang bersamaan dengan pendarahan
  4. Pertumbuhan rahim yang sangat pesat dan bahkan perut terlihat terlalu besar dari usia kehamilannya.
  5. Ibu juga rentan mengalami darah tinggi
source: https://healthhaphope.com/



Jika ibu mengalami tanda-tanda di atas selama masa kehamilan. Sebaiknya segera periksakan ke dokter kandungan. Untuk mengetahui apakah kehamilan ibu normal atau justru mengalami kehamilan anggur. Biasanya dokter akan menyarankan ibu melakukan pemeriksaan radiologis atau USG kehamilan untuk mengetahui apakah ada denyut jantung pada janin atau tidak.
 
Perlu diketahui bahwa hamil anggur biasanya disebabkan karena faktor genetik yang berasal dari telur atau sperma. Bahkan ada beberapa kasus, dimana saat pemeriksaan kehamilan ibu seperti hamil kembar padahal salah satunya adalah hamil anggur. Selain itu, pentingnya ibu mengetahui risiko meningkatnya kehamilan anggur, seperti:

  1. Memiliki riwayat keguguran atau hamil anggur
  2. Kehamilan anggur akan meningkat setelah usia 35 tahun

Wanita yang tidak mendapatkan vitamin A yang cukup akan berisiko mengalami hamil anggur.

source: https://www.vemale.com/topik/kehamilan/59378-gejala-hamil-anggur-dan-level-hcg.html
baca juga


Saat ibu diketahui mengalami hamil anggur, maka dokter tidak akan memperbolehkan ibu untuk melanjutkan kehamilan normal. Tujuannya untuk mencegah terjadinya komplikasi. Namun, ibu tak perlu khawatir karena biasanya dokter akan melakukan beberapa pengobatan, seperti berikut ini:

1. Dilatasi dan Kuretase
Pengobatan jenis ini biasanya dilakukan dokter untuk menghilangkan gumpalan anggur dari rahim ibu. Selama pengobatan berlangsung, dokter akan melakukan anestesi lokal dan meminta ibu untuk berbaring sembari membuka kaki dengan lebar. Setelah itu, dokter akan memasukkan spekulum ke dalam vagina untuk melihat leher rahim dan dokter akan membersihkan jajringan rahim dengan menggunakan vakum. Pengobatan jenis ini juga biasanya hanya membutuhkan waktu 15 hingga 30 menit.

2. Histerektomi
Jika diketahui bahwa gelembung anggur cukup luas dan banyak serta diketahui bahwa ibu sudah tidak memiliki keinginan untuk hamil lagi, maka biasanya dokter akan melakukan pengobatan ini. Selain itu, kemungkinan ibu juga akan menjalani operasi pengangkatan rahim.
 
source: http://www.sayasehat.id/article/detail/349/hamil-anggur-penyebab-gejala-dan-penanganan


Semoga bermanfaat!