Gejala Hamil Anggur

Hamil anggur pada awalnya terjadi seperti gejala kehamilan normal pada umumnya. Akan tetapi, kondisi tidak berkembangnya sel telur yang dibuahi mengakibatkan banyak gejala yang dirasakan oleh ibu yang mendapatkan kehamilan anggur, seperti misalnya:

  • Terjadinya pendarahan yang terus menerus dari vagina, pada trimester pertama.
  • Mual dan muntah terjadi sangat parah dan berlebihan.
  • Keluar sejenis kista dengan bentuk seperti anggur dari vagina.
  • Rasa ngilu dan nyeri pada area tulang panggul.

 

Hamil Anggur, Apa Itu? Kenali Ciri-cirinya dan Cara Penanganannya, Moms
source: http://sukseshamil.com/


 


Gejala Lanjutan

Jika Moms merasakan salah satu atau beberapa gejala yang sudah disebutkan, ada baiknya segera lakukan pemeriksaan lebih lanjut ke dokter kandungan. Setelah dilakukan pemeriksaan, para dokter kandungan biasanya akan menemukan beberapa ciri kehamilan anggur seperti:

  • Ukuran rahim tampak lebih besar dari usia kandungan seharusnya.
  • Muncul kista ovarium.
  • Preeklamsia, yaitu kondisi naiknya tekanan darah, serta tingginya kadar protein di urine saat usia kehamilan sudah mencapai lebih dari 20 minggu.
  • Anemia atau darah rendah.
  • Nyeri dan ngilu pada area tulang panggul.
  • Hipertiroidisme.

Kondisi yang relatif mirip dengan kehamilan normal membuat para ibu biasanya tidak menyadari adanya kelainan pada kehamilannya. Itulah sebabnya penting bagi para ibu muda untuk rutin melakukan pemeriksaan kandungan, khususnya di awal kehamilan saat kandungan masih sangat lemah. 

Hamil Anggur, Apa Itu? Kenali Ciri-cirinya dan Cara Penanganannya, Moms
source: https://babyologist.com/


 

baca juga


Langkah Penanganan Hamil Anggur

Apabila sudah positif terdiagnosis mengalami kehamilan anggur, dokter akan segera menganjurkan ibu untuk segera menjalani penanganan untuk mencegah terjadinya komplikasi yang lebih lanjut.

Penanganan yang dianjurkan pada umumnya berupa tindakan operasi pengangkatan jaringan tidak normal pada kandungan hamil anggur. Langkah yang diambil dapat meliputi prosedur berupa:

  • Tindakan kuret. Proses untuk mengangkat jaringan abnormal.
  • Histerektomi (pengangkatan rahim). Proses pengangkatan rahim ini hanya dilakukan apabila ibu tidak ingin memiliki anak lagi.

 

Hamil Anggur, Apa Itu? Kenali Ciri-cirinya dan Cara Penanganannya, Moms
source: https://theasianparent.com/


Apabila telah menjalani prosedur pengangkatan berupa kuret atau histerektomi, dokter akan melakukan kembali pemeriksaan kadar hormon HCG dari sang ibu. Apabila hormon HCG masih tinggi, akan ada penanganan lebih lanjut. Untuk proses pemeriksaan HCG sendiri dilakukan setiap 2 minggu selama 6 bulan hingga 1 tahun. Hal ini penting untuk memastikan tidak ada sel abnormal yang kembali tumbuh serta memantau gejala penyakit trofoblastik. Nah, selama menjalani proses ini, ibu dengan kasus hamil anggur akan dianjurkan untuk menunda terjadinya kehamilan hingga dinyatakan benar-benar sudah pulih. 

Itulah penjelasan tentang hamil anggur. Semoga bermanfaat dan rajinlah periksa kesehatan kandungan Moms, ya.