Mengenal Difteri

Difteri merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Difteri menyerang selaput lendir pada hidung, tenggorokan, dan terkadang juga kulit. Terdengar seperti radang tenggorokan yang tidak serius, namun difteri merupakan penyakit infeksi serius yang bisa menyebabkan kematian. Secara garis besar, bakteri difteri akan meracuni dan membunuh sel-sel sehat dalam tenggorokan. Sel-sel mati ini akan membentuk membran abu-abu di area tenggorokan. Jika tak segera ditangani, racun bakteri difteri juga akan menyebar ke aliran darah hingga bisa merusak jantung, ginjal, dan sistem syaraf.
 

source: https://c1.staticflickr.com/6/5121/5279644251_8191aa08dc_b.jpg

Gejala Difteri

Seringkali difteri tidak menampakkan gejala tertentu dan hanya terkesan seperti radang tenggorokan biasa. Namun Moms patut waspada dan segera mencari pertolongan medis jika radang tenggorokan disertai:

  • Lapisan tipis berwarna abu-abu yang menutupi tenggorokan dan amandel
  • Suara serak
  • Demam dan menggigil
  • Sulit bernafas
  • Pilek bercampur darah
  • Pembengkakan pada leher
  • Lemas
  • Luka seperti borok pada kulit
source: https://img.okeinfo.net/content/2017/12/11/481/1828673/karena-menggigil-susah-menelan-fahrizal-positif-difteri-1uypGvqGAo.jpg
baca juga

Cara Penularan Difteri

Difteri amat mudah menulari orang lain dari cairan tubuh atau cipratan ludah saat batuk. Maka area seperti kendaraan umum yang padat penumpang, lift yang sesak pengguna, sekamar atau serumah dengan penderita difteri, bahkan arena bermain anak di pusat perbelanjaan atau tempat penitipan anak bisa menjadi area yang rentan menjadi sarang penularan difteri.

source: https://res.cloudinary.com/mommy-nearest/image/upload/c_fill,h_400,w_900/dkblcqvlqlgcrwyuykfy

Pengobatan Difteri

Terdapat sejumlah langkah serius yang akan diberikan pihak rumah sakit kepada penderita difteri, seperti:

  1. Pengambilan sampel dari lendir di tenggorokan, hidung, atau kulit untuk diperiksa di laboratorium.
  2. Menempatkan penderita atau yang dicurigai penderita pada ruang perawatan isolasi.
  3. Diobati dengan antibiotik dan antitoksin
source: http://www.rayatbahrahospital.com/depatrments%20images/isolation-rooms.jpg
baca juga

Pencegahan Difteri

Lebih baik mencegah daripada mengobati. Setuju kan, Moms? Mencegah tertularnya difteri bisa dilakukan dengan cara melakukan vaksin DTP. Vaksin ini dapat melindungi seseorang dari difteri, tetanus, dan pertusis atau batuk rejan. Pemberian vaksin DTP dilakukan sebanyak 5 kali pada anak usia 2 bulan, 3 bulan, 4 bulan, 1,5 tahun, dan 5 tahun. Jika sudah melewati usia 7 tahun dan belum melengkapi vaksin DTP-nya, dapat juga diberikan vaksin sejenis bernama TDAP.
 

source: http://klinikmitrasetiamedika.com/wp-content/uploads/2017/12/Vaksin-Diphtheria-1-GettyImages-iStockphoto-istockphoto.jpg