Apa itu Diet Sehat ?

Menurut americanpregnancy.org, ketika kita mengacu pada diet selama kehamilan, kita tidak berbicara tentang membatasi kalori atau mencoba menurunkan berat badan. Diet untuk menurunkan berat badan selama kehamilan dapat berbahaya bagi Moms dan bayi, terutama karena cara  penurunan berat badan dapat membatasi nutrisi penting seperti zat besi, asam folat, dan vitamin dan mineral penting lainnya. Oleh karena itu, The American Pregnancy menyarankan Ibu hamil untuk menghindari diet populer seperti Atkins, South Beach, The Zone, Raw Food Diet, dan sebagainya.
 

Jenis diet yang disarankan selama kehamilan mengacu pada penyesuaian kebiasaan makan untuk memastikan Moms menerima nutrisi yang cukup untuk kesehatan Moms dan si buah hati. Makan sehat selama kehamilan sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi. Untuk mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan, Moms harus makan dari berbagai kelompok makanan, termasuk buah-buahan dan sayuran, roti dan biji-bijian, sumber protein dan produk susu. Biiasanya, Moms perlu mengonsumsi tambahan sebanyak 300 kalori per hari. Berikut kombinasi makanan yang bisa dikonsumsi :

Sayuran dan Buah-Buahan

Buah dan sayuran mengandung banyak nutrisi penting untuk kehamilan, terutama Vitamin C dan asam folat. Wanita hamil membutuhkan setidaknya 70 mg Vitamin C setiap hari, yang terkandung dalam buah-buahan seperti jeruk, anggur dan melon, dan sayuran seperti brokoli, tomat, dan kubis hijau.

Untuk mencegah cacat pada janin, 0,4 mg asam folat per hari dianjurkan. Sumber asam folat yang baik dapat ditemukan dalam sayuran berdaun hijau gelap. Moms harus memiliki setidaknya 2-4 porsi buah dan 4 atau lebih porsi sayuran setiap hari.
Sayuran dan Buah-Buahan
source: http://www.leafyandgreen.com/lib/032/011-healthy-diet-during-pregnancy.jpg
baca juga

Sumber Energi

Sumber energi utama tubuh untuk kehamilan berasal dari karbohidrat penting yang ditemukan dalam roti, biji-bijian (seperti beras merah, beras putih,dan gandum), kentang, ubi, mie dan sumber karbohidrat lain. Gandum utuh dan produk yang diperkaya memberikan nutrisi penting seperti zat besi, Vitamin B, serat dan beberapa protein, bahkan Moms bisa mendapatkan jumlah asam folat yang dibutuhkan dari roti dan sereal.

Semua makanan itu menjadi makanan utama selama kehamilan. Jika Moms terbiasa mengonsumsi nasi, tapi tidak bisa mengonsumsi nasi terlalu banyak karena mual, bisa menggantinya dengan sumber energi yang lain. Tapi ingat Moms, konsumsi sumber kalori secukupnya ya. 

Sumber Energi
source: https://img.huffingtonpost.com/asset/56df3c631e00008700703891.jpeg?ops=scalefit_720_noupscale

Protein

Daging, unggas, ikan, telur, dan kacang-kacangan mengandung protein, vitamin B dan zat besi yang dibutuhkan dalam kehamilan. Bayi yang sedang berkembang membutuhkan banyak protein, terutama pada trimester kedua dan ketiga. Besi membantu membawa oksigen pada bayi yang sedang tumbuh, dan juga membawa oksigen ke otot-otot untuk menghindari gejala seperti kelelahan, kelemahan, lekas marah, dan depresi.

RDA AS merekomendasikan sekitar 27 mg per hari. Daging sapi tanpa lemak, ayam, domba, hati, kalkun, dan daging sapi muda adalah pilihan yang baik. Ikan dan beberapa makanan laut lainnya dapat menjadi pilihan gizi yang baik untuk kehamilan. Ikan yang mengandung tingkat merkuri tinggi harus dihindari. Kamu harus mengonsumsi setidaknya 3 porsi protein setiap hari.
 

Protein
source: http://cdn2.stylecraze.com/wp-content/uploads/2015/04/2239-5-Amazing-Benefits-Of-High-Protein-Low-Carb-Diet-ss.jpg
baca juga

Sumber Kalsium

Setidaknya 1000 mg kalsium diperlukan setiap hari untuk mendukung kehamilan. Kalsium sangat penting untuk membangun gigi dan tulang yang kuat, pembekuan darah normal, dan fungsi otot dan saraf. Karena bayi yang sedang berkembang membutuhkan banyak kalsium, tubuh akan mengambil kalsium dari tulang Moms, jika Moms tidak cukup mengonsumsi melalui diet (yang dapat menyebabkan masalah di masa depan, seperti osteoporosis).

Sumber kalsium yang baik termasuk susu, keju, yogurt, sup krim, dan puding. Beberapa kalsium juga ditemukan dalam sayuran hijau, makanan laut, kacang-kacangan dan kacang polong kering. Moms harus mengonsumsi setidaknya 4 porsi produk susu setiap hari.
 

Sumber Kalsium
source: https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcS1517xIwHARPs_3NRnpLtQdyMdkMhHy1SYH1HmMwmtx81YClllTg

Batasi Makanan yang Tinggi Gula dan Garam

Makanan ini termasuk semua lemak yang menyebar (seperti mentega), minyak, saus salad, krim, cokelat, keripik, biskuit, kue kering, es krim, kue, puding dan minuman bersoda. Gula mengandung kalori tanpa memberikan nutrisi lain, dan dapat berkontribusi pada penambahan berat badan, obesitas dan kerusakan gigi. Lemak sangat tinggi kalori, dan makan lebih banyak makanan berlemak cenderung membuat Kamu bertambah gemuk.

Memiliki terlalu banyak lemak jenuh dapat meningkatkan jumlah kolesterol dalam darah, yang meningkatkan kemungkinan terkena penyakit jantung. Cobalah untuk mengurangi lemak jenuh, dan memiliki makanan yang kaya lemak tak jenuh ganda atau tak jenuh tunggal, seperti minyak, olesan, mentega kacang / pasta dan alpukat. Batasi pula makanan yang mengandung garam tambahan dan jangan menambahkan garam dalam masakan atau di meja.

Batasi Makanan yang Tinggi Gula dan Garam
source: https://hellodoktor.com/wp-content/uploads/2016/10/If-You-Have-High-Blood-Pressure-Have-a-Low-Salt-Diet.jpg

Olah raga teratur dapat membuat Moms lebih bugar dan sehat. Lakukan olahraga yang di sarankan untuk ibu hamil, jika memungkinkan lakukan olah raga kehamilan dibawah instruktur. 
Selain olahraga, perbanyak konsumsi air putih agar tidak dehidrasi dan cepat lelah.

Selamat diet sehat Moms!