1. Depresi

Kesehatan mental Moms memegang peranan penting dalam kehamilan. Emosi atau kondisi mental Moms dapat memengaruhi kesehatan janin, terutama depresi. Jika Moms memiliki riwayat depresi atau mengalami depresi saat hamil, segeralah berkonsultasi ke dokter untuk penanganan lebih lanjut. Moms juga harus terbuka dengan apapun pikiran yang berkecamuk dalam kepala Moms. Jika perlu, Moms juga bisa berkonsultasi pada psikolog agar Moms bisa menjalani kehamilan dengan lebih sehat.
 

source: http://motherhow.com/wp-content/uploads/2017/05/pregnant-and-depressed.jpg

 

2. Berat Badan Tak Ideal

Moms yang memiliki body mass index (BMI) lebih dari 30 yang artinya obesitas atau kurang dari 18 yang berarti terlalu kurus juga bisa berada dalam status kehamilan berisiko tinggi. Saat melahirkan, Moms yang berat badannya berada jauh dari angka ideal juga akan dianjurkan untuk menggunakan metode operasi sesar. Sebelum dan selama hamil Moms dianjurkan untuk mengubah pola makan menjadi lebih sehat, bersih, dan bernutrisi.
 

source: https://www.hindustantimes.com/rf/image_size_960x540/HT/p2/2017/06/07/Pictures/_ccc0a8ec-4b53-11e7-81ca-1a4d4992589d.jpg
baca juga

3. Tekanan Darah Tinggi

Bukan berarti Moms yang memiliki tekanan darah tinggi tidak bisa menjalani kehamilan yang sehat. Namun, Moms harus menjalani serangkaian pengobatan khusus agar Moms tidak terkena preeklampsia, gangguan kehamilan yang bisa mengakibatkan kematian pada ibu hamil dan janin.

source: http://cdn.sheknows.com/articles/2014/06/Elizabeth_S/pregnant-woman-getting-blood-pressure-test.jpg



Selain dari 3 faktor di atas, ada juga beberapa hal yang membuat kehamilan yang awalnya sehat menjadi berisiko tinggi. Hal-hal tersebut yakni merokok, mengonsumsi alkohol, serta penggunaan obat-obatan secara sembarangan.