Inisiasi Menyusui Dini (IMD)

Sebagai sumber makanan utama bayi, ASI memang telah terbukti memiliki peran penting dalam menjadi asupan yang memenuhi nutrisi sekaligus pelindung bayi dari berbagai penyakit. Proses pemberian ASI ini pada dasarnya dapat mulai dikuatkan dengan dilakukannya inisiasi menyusui dini atau IMD. 
 

source: https://bidanku.com/


IMD memang sudah terbukti memiliki peran penting dalam kesehatan dan tumbuh kembang si kecil nantinya. Bahkan, World Health Organizations (WHO) juga turut merekomendasikan dilakukannya proses IMD dalam 1 jam pertama awal kelahiran bayi. Caranya hanya dengan menempatkan bayi pada dada sang ibu setelah baru lahir. Kemudian, ia akan dengan sendirinya tanpa bantuan mencari sumber ASI dan menyusu. 
 


Manfaat IMD

Banyak dari para orang tua mempertanyakan seberapa pentingkah proses IMD ini? Nah, beriku ini adalah ulasan mengenai beberapa manfaat yang akan didapatkan dengan melakukan proses IMD, diantaranya :

  • Memastikan bayi mendapatkan asupan kolostrum yang penting untuk daya tahan tubuh dan tumbuh kembangnya nanti. Kolostrum adalah tetes ASI pertama ibu yang terbukti mengandung banyak nutrisi serta mampu berperan sebagai zat imun bayi yang mampu membantu mencegah penyakit. Kolostrum atau cairan pertama ASI ini biasanya memiliki warna kuning kuning, teksturnya cukup padat, dan hanya ada dalam jumlah yang sedikit, yaitu sekitar satu sendok teh.
  • Proses pemberian IMD ini dapat menunjang keberhasilan pemberian ASI eksklusif setidaknya dalam waktu 4 bulan ke depan. Pemberian ASI eksklusif memiliki arti bahwa bayi hanyalah mengonsumsi ASI untuk asupan makanan selama kurang lebih 6 bulan kehidupan awalnya tanpa ada asupan makanan padat atau minuman lain termasuk air putih. 
  • IMD mengoptimalkan bonding antara ibu dan bayi dengan melakukan skin-to-skin contact setelah si kecil lahir. Proses ini memiliki peran penting dalam membantu bayi tetap berada dalam kondisi hangat keluar rahim.
source: https://duniabidan.com/


Tidak hanya itu, ada pula manfaat lain yang bisa dirasakan ibu ketika si kecil dapat menerima tetes ASI pertamanya, seperti :

  • Bayi relatif menjadi lebih tenang dan tidak rewel.
  • Meningkatkan daya tahan tubuh, sehingga bayi tidak mudah sakit.
  • Mengoptimalkan kondisi kesehatan dan tumbuh kembang bayi, khususnya pada periode 0 – 1 tahun.
  • Dapat lebih menstabilkan ritme nafas bayi, saat baru dilahirkan.
  • Mempercepat dan mengoptimalkan proses pemulihan ibu setelah proses persalinan.

Sayangnya, meskipun memiliki banyak sekali manfaat, prosedur pemberian IMD masih belum banyak diterapkan karena masih belum banyak orang yang tahu dan memahami pentingnya proses ini.
 

baca juga


Tips Agar Bisa Melakukan Prosedur IMD

Seperti yang diketahui, di Indonesia, masih banyak rumah sakit dan bidan yang belum mampu mengakomodasi prosedur inisiasi menyusui dini ini. Itulah sebabnya, agar dapat menerapkan proses ini, kamu dan pasangan perlu lebih cermat dalam memilih tempat bersalin yang memang pro-ASI dan pro-IMD. Untuk itu, tanyakan beberapa hal berikut ini saat akan mempersiapkan lokasi persalinan :

  • Tanyakan mengenai kebijakan penempatan ibu dan bayi. Apakah rumah sakit atau bidan tersebut menembatkan ibu dan bayi dalam satu ruangan atau rooming-in pasca persalinan.
  • Rumah sakit yang tidak menyarankan ibu untuk memberikan susu formula kepada bayi.
  • Kenali juga karakter dan prinsip dokter dan perawat yang nantinya akan membantu proses persalinan. Pastikan keduanya memiliki prinsip pro-ASI dan siap untuk mendukung dan membantu ibu untuk menyusui bayi yang dilahirkan nantinya.

 

source: http://momdadi.com/


Akan tetapi, memang ada kalanya di mana bayi terpaksa harus segera dipisahkan untuk menjalani perawatan tertentu karena ada hal-hal yang tidak diinginkan terjadi. Itulah sebabnya, kamu sebagai ibu, sudah harus menyiapkan mental dan fisik, serta mendapat dukungan dari lingkungan agar dapat memperbesar peluang kelahiran dengan proses normal sehingga pemberian IMD dapat berjalan dengan lancar.