Higroma Kistik

Higroma kistik sebenarnya biasa dialami bayi saat ia masih berusia 9-16 minggu di dalam kandungan. Akan tetapi, pada beberapa kasus higroma kistik juga dapat berkembang setelah bayi dilahirkan. Keberadaan penyakit ini dapat terdeteksi dengan adanya benjolan abnormal yang berisi cairan terletak pada jaringan limfatik di area sekitar leher bayi.
 

source: http://www.fetalultrasound.com/


Keberadaan benjolan pada jaringan limfatik ini ternyata cukup berpengaruh mengingat jaringan limfatik memiliki beran untuk menyaring racun yang beredar di seluruh tubuh. Tidak hanya itu, higroma kistik pada bayi juga menimbulkan kromosom yang merupakan sumber dari DNA bayi rusak dan bahkan hilang. Apabila hal ini masih terjadi hingga janin 20 minggu, maka besar kemungkinan ibu akan mengalami keguguran.
 


Penyebab Munculnya Higroma Kistik Pada Bayi

Pada dasarnya, penyakit ini menjangkit bayi disebabkan karena beberapa faktor, seperti:

1. Faktor Genetik / Keturunan

Kelainan bawaan adalah salah satu penyebab utama timbulnya kelainan higroma kistik pada bayi. Setidaknya, ada kondisi genetik yang mendasari terjangkitnya penyakit ini pada anak mengingat adanya serangan yang timbul pada kromosom bayi.

2. Faktor Infeksi Virus

Selain adanya kelainan genetik, infeksi virus yang terjadi pada hamil ternyata juga dapat menyebabkan penyakit higroma kistik pada bayi. Bahkan, gaya dan pola hidup sang ibu yang tidak sehat seperti misalnya konsumsi obat terlarang dan alkohol juga dapat memicu kelainan ini terjadi pada bayi dalam kandungan.

 

source: https://healio.com/


 

baca juga


Ciri Higroma Kistik

Pada bayi yang baru lahir, higroma kistik biasanya tidak menunjukkan satu gejala atau ciri khusus. Akan tetapi, ketika memasuki usia 2 tahun, kamu akan dapat melihat dengan jelas benjolan pada leher dan kepala si kecil yang tampak. Bahkan, pada beberapa kasus, keberadaan benjolan juga akan menyebar pada ketiak dan lipatan paha bayi. Ukuran benjolan biasanya adalah setengah dari dari bola tenis.
 

source: https://bubbleyiu.blogspot.com/


 


Cara Penanganan Higroma Kistik

Meskipun kamu sudah melihat adanya benjolan penanda higroma kistik pada bayi dalam kandungan, kamu belum bisa melakukan tindakan untuk pencegahan munculnya higroma kistik pada bayi setelah nanti dilahirkan. Yang dapat diupayakan adalah pemantauan dokter serta penjagaan gaya dan pola hidup sehat dari sang ibu.
 

source: https://talesofbeautyforashes.com/


Selain itu, tindakan lain untuk mengecilkan ukuran benjolan juga dapat dilakukan dengan beberapa cara, seperti tindakan prosedur sclerotherapy, terapi radiasi, kemoterapi, dan pengobatan steroid. Jadi, segera lakukan konsultasi pada dokter anak untuk mengetahui kondisi dan tindakan yang tepat untuk menangani kondisi gangguan kesehatan pada anak.