Apa sih sebenarnya penyakit Craniosynostosis?

Craniosynostosis adalah kondisi cacat lahir yang menyebabkan bentuk kepala bayi tidak normal. Hal ini disebabkan karena adanya kelainan pada tulang tengkorak bayimu, Moms. Tulang tengkorak bukan satu tulang utuh yang berdiri sendiri, melainkan gabungan dari tujuh lempeng tulang yang berbeda. Ketujuh tulang itu dihubungkan satu sama lain oleh jaringan yang disebut sutura, yaitu jaringan elastik yang kuat. Pada masa pertumbuhan, sutura dibutuhkan agar tengkorak fleksibel mengikuti perkembangan otak bayi.

Sutura yang lentur memungkinkan tulang tengkorak bisa mengembang mengikuti pertumbuhan volume otak. Seiring berjalannya waktu, sutura semakin mengeras dan akhirnya menutup, menyatukan ketujuh lempeng tulang itu menjadi tulang tengkorak yang utuh lho, Moms. 

Penting! Ketahui Penyakit Cacat Lahir Craniosynostosis Pada Anak, Moms
source: https://www.healthline.com

Berikut gejala Craniosynostosis: 

  • Ubun-ubun pada bagian atas kepala bayi tidak terlihat.
  • Munculnya peningkatan tekanan di dalam tengkorak bayi. Misalnya nyeri kepala, gangguan penglihatan, penurunan kemampuan akademik anak secara tiba-tiba, muntah. 

  • Kepala bayi tidak berkembang sejalan dengan pertambahan usia.

  • Bentuk tengkorak bayi terlihat aneh (tidak proporsional).

  • Garis keras sepanjang area sutura.

Penting! Ketahui Penyakit Cacat Lahir Craniosynostosis Pada Anak, Moms
source: https://squarespace.com
baca juga

Craniosynostosis merupakan kondisi yang harus segera ditangani secepat mungkin. Bila ditunda, anak berisiko mengalami gangguan otak. Selain itu, bisa juga menyebabkan cacat bentuk wajah yang dapat mengurangi kualitas hidup anak di masa depan.

Bayi yang memiliki craniosynostosis serius berisiko mengalami peningkatan tekanan dalam tengkoraknya. Jika tidak ditangani, penyakit ini akan menyebabkan keterlambatan perkembangan, gangguan fungsi kognitif, kebutaan, kejang, bahkan kematian.

 

Penting! Ketahui Penyakit Cacat Lahir Craniosynostosis Pada Anak, Moms
source: http://abc13.com

Penyebab penyakit ini masih belum diketahui secara pasti. Akan tetapi, kondisi ini terkadang dikaitkan dengan kelainan genetik seperti sindrom Apert, sindrom Pfeiffer, sindrom Crouzon, dan masih banyak lagi, Moms. 

Karenanya, penting bagi Moms untuk menjaga nutrisi dan rutin memeriksakan kandungan selama hamil. Semoga bermanfaat, Moms!