Menurunkan Risiko Kanker Lahir dan Kanker Payudara

source: https://www.thebump.com

Kanker rahim (ovarium) dan kanker payudara adalah jenis kanker yang sangat menakutkan bagi wanita. Tapi, patut disyukuri kalau kodrat wanita yaitu menyusui mampu menurunkan risiko terkena 2 jenis kanker ini. Risiko terkena kanker rahim berkurang 20-25 persen, sementara kanker payudara turun 25 persen. Pernyataan ini sudah dibuktikan secara ilmiah oleh peneliti dari Australia dan Jepang. Semakin lama kamu menyusui, maka semakin berkurang risiko terkena kanker rahim maupun payudara.

 

baca juga

Mengurangi Kegemukan

source: http://www.zliving.com

Setelah melahirkan, kamu pasti ingin bobot badanmu kembali seperti sediakala kan. So, salah satu jalan keluarnya adalah menyusui bayi. Menurut penelitian, berat badan ibu bisa berkurang 0,44 kg setiap bulan, jika ia rutin menyusui bayinya. Sementara itu, ibu yang memberikan ASI ekslusif minimal 6 bulan, mengalami peningkatan berat badan tidak sedrastis ibu yang tidak menyusui.


 

Kurangi Kecemasan dan Stres

source: http://breastfeedingmommas.com/

Percaya enggak percaya, tapi menurut sebuah penelitian di Australia, ibu yang tidak menyusui bayinya mengalami peningkatan depresi setelah melahirkan, dibanding dengan mereka yang menyusui. Selain itu, ibu yang memberikan ASI, ternyata cenderung memiliki perasaan yang positif karena merasakan keintiman dengan buah hatinya.

 

baca juga

Turunkan Risiko Darah Tinggi (Hipertensi)

source: http://mymidwife.ca/ressources/articles/breastfeeding/

Ibu menyusui semakin rendah kemungkinan terkena darah tinggi atau hipertensi sebelum usia 64 tahun. Hal ini ditemukan oleh peneliti di Asutralia, yang meneliti hubungan antara menyusui dan tekanan darah tinggi pada wanita Australia. Hasilnya, wanita berusia 45 hingga 64 tahun, yang telah menyusui selama lebih dari enam bulan atau lebih dalam hidup mereka, kecil kemungkinan mengidap tekanan darah tinggi. Selain mengurangi tekanan darah tinggi, hormon yang dilepaskan saat menyusui, dapat memberi manfaat jangka panjang untuk sistem kardiovaskular ibu.