Membedakan Gerakan dan Cegukan Pada Janin

Sebagian ibu tidak bisa membedakan tendakan janin dan cegukan janin. Hal ini disebabkan keduanya memiliki gerakan dengan gejolak yang relatif sama, yaitu adanya tekanan dari dalam perut. Nah, untuk membedakan gerakan dan cegukan janin, kamu dapat memeriksanya dengan cara bergerak. Jika kamu merasakan janin terus bergerak ke arah atas, bawah, kanan, dan kiri, itu artinya si kecil sedang bergerak karena posisi yang kurang nyaman. Akan tetapi, jika janian bergerak ke satu arah dengan ritme yang sama bisa dipastikan janinmu sedang cegukan. Biasanya cegukan akan terjadi mulai pada kehamilan di trimester kedua dan ketiga.
 

source: http://www.med-health.net/images/10415790/image001.jpg


 


Mengapa Janin Bisa Cegukan

Pada dasarnya, bayi dalam kandungan memang akan memberikan beragam respon gerakan sebagai bentuk tumbuh kembangnya di dalam kandungan. Salah satu penyebab dari cegukan janin adalah karena kontraksi diafragmanya. Pada trimester kedua dan ketiga sistem saraf pusat janin sudah dapat membuat janin bernapas dalam air ketuban. Itulah sebabnya, ketika air ketuban masuk dan keluar dari paru-paru saat bernafas, diafragma janin akan berkontraksi dengan ritme yang cepat. Akibatnya, janin akan mengalami cegukan.
 

source: http://decodedpregnancy.com/


 

baca juga


Cegukan Janin: Proses Pematangan Paru-Paru

Kontraksi otot diafragma bayi ternyata menandakan adanya proses pematangan organ paru-paru janin dalam kandungan. Hal ini disebabkan gerakan memompa air ketuban yang terus keluar masuk dilakukan oleh gerakan otot diafragma janin. Nah, cegukan yang terjadi akibat hal tersebut akan bayi dalam kandungan dalam menguatkan otot-otot yang berada di paru-paru serta organ pernapasan lainnya.
 


 


Cegukan Janin, Amankah?

Setelah memahami penyebab dari cegukan janin Moms dapat menyimpulkan bahwa cegukan janin merupakan hal yang normal dan biasa terjadi pada bayi di dalam kandungan. Meskipun begitu, waspadalah jika kamu merasakan janin di dalam kandungan mengalami cegukan selama lebih dari 15 menit pada saat usia kehamilam 32 minggu. Meskipun jarang terjadi, gejala ini bisa menandakan adanya permasalahan dengan tali pusar si kecil. 
 

source: http://www.thepregnancyzone.com/