Gejala


source: http://www.susuibumenyusui.com/

Beberapa gejala bisa langsung muncul sesaat setelah minum susu, tetapi ada juga gejala yang membutuhkan beberapa waktu untuk kemudian muncul. Berikut adalah gejala alergi susu formula yang mommies harus perhatikan 

1. Gangguan Pernapasan
Hal pertama yang biasa terjadi jika bayi alergi susu formula adalah terjadinya gangguan pernapasan. Awalnya diandai dengan nafas bayi yang berbunyi. Kemudian bayi juga bisa mengalami batuk berdahak atau pun batuk kering. Batuk terjadi karena tubuh bayi menolak zat asing yang terkandung dalam susu. Selain itu, bayi juga akan menangis saat menelan susu karena merasa sesak dan sakit pada bagian tenggorokan.

2. Gangguan Pencernaan
Selain pernafasan, alergi susu formula juga dapat menyebabkan gangguan pada pencernaan bayi. Gangguan ini terjadi karena sistem pencernaan bayi yang tidak dapat menerima senyawa alami dalam susu formula yang umumnya terbuat dari susu sapi. Efek yang terjadi adalah bayi akan mengalami diare dan menjadi sangat lemas.

3. Kulit Menjadi Sensitif
Gejala selanjutnya adalah kulit bayi menjadi makin sensitif. Awalnya akan muncul bintik-bintik merah pada kulit. Bintik-bintik merah ini kemungkinan juga bisa menumpuk hingga menyebabkan eksim pada kulit bayi.

4. Kolik Pada Bayi
Mommies mungkin terkadang kurang peka jika kolik pada bayi mungkin disebabkan oleh alergi susu. Kolik biasanya ditunjukkan dengan bayi yang terus menerus menangis, perut kembung, dan badan yang tidak nyaman.
 
5. Wajah membengkak
Ini merupakan gelaja yang sangat perlu kamu waspadai. Wajah membengkak mungkin saja mengindikasikan terjadinya anafilaksis atau alergi berat. Anafilaksis dapat menyebabkan kematian.

source: https://www.happiestbaby.com/


 

baca juga

Penyebab


 

source: http://www.arwini.com/

Alergi pada susu formula pada dasarnya sama dengan alergi pada makanan. Alergi ini terjadi karena adanya malfungsi dalam sistem kekebalan tubuh. Sistem kekebalan tubuh mendeteksi protein dalam susu sebagai zat yang berbahaya bagi tubuh, sehingga memicu produksi antibodi immunoglobulin E yang bermaksud menetralkan protein yang dianggap alergen tersebut. Proses ini selanjutnya memicu pelepasan histamine dan zat kimia lain dalam tubuh yang menyebabkan munculnya gejala-gejala alergi. Penyebab alergi lainnya adalah keturunan atau adanya riwayat alergi dalam keluarga. Alergi pada susu juga dapat hilang seiring dengan perkembangan anak, karena sistem pencernaan juga akan semakin berkembang.