Apa Itu Postpartum Confinement?

Pepatah Cina kuno tentang perawatan setelah melahirkan, "Eat well, sleep well, nothing is better than sitting the month well,” menyiratkan betapa pentingnya bagi para ibu untuk beristirahat dan memulihkan diri selama satu bulan pasca melahirkan. Pengurungan adalah tradisi kuno sejak 2000 tahun lalu, tetapi masih banyak dipraktekkan di seluruh Asia saat ini. 

Praktik Postpartum Confinement adalah praktik pasca melahirkan tradisional yang bertujuan membantu ibu baru pulih dari kerasnya kehamilan, persalinan dan kelahiran. Ibu dan bayi dikatakan dalam kurungan karena mereka secara efektif "dikarantina" di rumah. Secara tradisional, mereka tidak menerima pengunjung terpisah dari anggota keluarga dekat sampai masa kurungan berakhir.


 

Apa Itu Postpartum Confinement?
source: https://media.npr.org/assets/img/2011/07/20/05_dsc_0017_slide-1bbc5caabc6c5c548cadf5f63f2089c0b55e17f3-s800-c15.jpg

Selama 30 hari pertama, para Ibu diharapkan untuk tetap di dalam rumah dan mengikuti serangkaian aturan yang rumit untuk merawat diri mereka sendiri. Aspek pengobatan tradisional Cina termasuk, dengan fokus khusus pada makan makanan yang dianggap bergizi untuk tubuh dan membantu produksi ASI. 

Selama masa karantina, biasanya ibu atau ibu mertua membantu merawat ibu baru. Tapi dalam perkembanganya, ibu melahirkan juga dibantu oleh pengasuh atau confinement lady atau yang biasa disebut pui yuet. Pui Yuet akan membantu ibu merawat dirinya dan juga si bayi. Selama 30 hari penuh, ibu melahirkan akan ditemani Pui Yuet dan ibu atau ibu mertua. Proses karantina akan lebih lama jika ibu melahirkan secara sesar. 

baca juga

Peraturan di Postpartum Confinement dalam Budaya Chinese

Dalam setiap perlakuan pasca melahirkan, pasti ada aturan yang membatasi Ibu maupun bayi. Berikut aturan yang berlaku saat postpartum confinement dalam budaya Chinese:

1. Aspek Fisik dan Kebersihan Diri
Selama kurungan, ibu melahirkan disarankan untuk tidak mengekspos tubuh mereka ke agen fisik seperti cuaca dingin atau angin, karena ini diklaim dapat merugikan pemulihan mereka. Secara khusus, ibu-ibu secara tradisional tidak diizinkan untuk memiliki kontak dengan air (misalnya mandi atau mencuci rambut), mengerahkan diri dengan menaiki tangga, membaca buku atau menangis, menjahit, atau melakukan hubungan seks. Namun saat ini, para ibu baru mungkin mencuci rambut mereka atau mandi atau mandi sesekali selama periode pascapartum.

2. Makanan Istimewa untuk Ibu Baru
Kebiasaan kurungan menyarankan ibu baru untuk memilih makanan yang kaya energi dan protein untuk memulihkan energi, membantu mengecilkan rahim dan untuk perineum untuk menyembuhkan. Ini juga penting untuk produksi ASI. Kadang-kadang, ibu baru hanya mulai mengkonsumsi makanan herbal khusus setelah semua lokia dilepaskan. Hidangan umum adalah buku-buku jari babi dengan jahe dan cuka hitam. Buku-buku jari babi dipercaya untuk membantu mengisi kembali tingkat kalsium pada wanita. Jahe ditampilkan dalam banyak hidangan, karena dipercaya dapat menghilangkan 'angin' yang terakumulasi dalam tubuh selama kehamilan. Sup kaldu daging juga biasa dikonsumsi untuk memberikan hidrasi dan nutrisi tambahan. Meskipun tidak sepenuhnya didukung oleh bukti ilmiah, sup ikan dan pepaya dianggap membantu memproduksi ASI. 

 

Peraturan di Postpartum Confinement dalam Budaya Chinese
source: https://www.healthhub.sg/sites/assets/Assets/Categories/Pregnancy%20-%20KKH%20Book/KKH%20-%20CH-53%20-%20Postnatal%20Confinement%20Period.jpg?Width=970&Height=405

3. Hindari Ventilasi Udara, AC, atau Kipas Angin
Dengan alasan kesehatan, ibu disarankan untuk tidak terkena angin atau udara dingin. Tapi, pada masa modern sekarang ini, jika ibu ingin menjalani Postpartum Confinement,, maka ibu bisa menggunakan Air Conditioning (AC) agar udara di dalam ruangan bisa berganti. 

4. Pergerakan Sangat Dibatasi
Ibu yang baru saja melahirkan diharapkan tidak melakukan banyak gerakan, baik berjalan, duduk maupun naik tangga. Ibu diharapkan meminimialisir gerakan yang dapat memperlambat pemulihan.