Frekuensi Poop Bayi yang Baru Lahir

Saat hari pertama kelahirannya, bayi akan mengeluarkan kotoran yang disebut dengan meconium, yaitu kotoran yang dihasilkan dari sisa air ketuban yang dicernanya selama di dalam kandungan.

Dalam kurun waktu 24 jam, umumnya bayi akan poop hingga beberapa kali setelah diberi ASI pertamanya. ASI berperan sebagai pencahar alami untuk mengeluarkan meconium yang tersisa di pencernaannya.

Setelah meconium berkurang, frekuensi poop bayi pada hari kedua hingga ketujuh adalah 5-10 kali perhari sesuai banyaknya asupan ASI. Setelah hari ke 8 hingga minggu ke-enam, frekuensi poop bayi mulai berkurang sekitar 2-6 kali perhari. 
 
source: http://www.rd.com/



 

baca juga

Frekuensi Poop Bayi yang Hanya Mengonsumsi ASI

Setelah diberikan ASI selama 2 bulan, rutinitas poopnya juga akan lebih teratur, dia akan poop di jam-jam tertentu atau setelah diberi ASI.

Setelah bulan kedua hingga 6 bulan pertamanya, umumnya bayi akan poop hanya sekali dalam sehari hingga bahkan 10 hari sekali. Frekuensi poop bayi yang jarang ini tidak perlu dikhawatirkan karena bayi sudah mulai beradaptasi dengan ASI.

Selama tekstur poopnya tidak keras dan tidak ada gejala badan panas atau bayi yang menangis terus-menerus, tidak perlu ada yang dikhawatirkan.
 

source: https://www.smababy.co.uk/



 

Frekuensi Poop Bayi yang Mengonsumsi Sufor

Bayi yang mengonsumsi susu formula akan lebih sering poop ketimbang bayi yang mengonsumsi ASI eksklusif. Frekuensinya sekitar 2-5 kali sehari dengan tekstur yang lebih keras dan aroma yang lebih tajam.

Pastikan kamu memperhatikan pola poop si kecil karena frekuensi yang tidak wajar dan diapat menjadi penanda si kecil diare atau tidak cocok dengan sufor tertentu.

 

source: https://nappytimes.wordpress.com/



 

baca juga

Frekuensi Bayi yang Mengonsumsi MPASI

Asupan makanan yang bertambah tentu akan mempengaruhi poop si kecil. Jika bayi yang mengonsumsi ASI ekskusif lebih jarang poop, setelah MPASI diberikan bayi akan lebih sering mengelurkan poop, tapi itupun tergantung pada jenis makanan yang diberikan pada si kecil.

Jika mengandung banyak serat dan air, frekuensi pup bayi akan lebih sering. Tekstur pup bayi yang sudah diberikan MPASI akan menjadi lebih padat dan juga beraroma lebih tajam.
 

source: https://babyclub.asda.com/